JAKARTA, GEMADIKA.com – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) resmi memperkenalkan identitas baru mereka dengan meluncurkan logo bergambar gajah yang menggantikan simbol bunga mawar merah yang selama ini digunakan.
Logo baru ini langsung mencuri perhatian, terutama setelah Presiden Joko Widodo memberikan pujian yang tidak tanggung-tanggung.
Antusiasme Jokowi terhadap logo baru PSI terlihat jelas saat ditemui wartawan di kediaman pribadinya di Jalan Kutai Utara No 1, Sumber, Solo, Jumat (18/7). Mantan Gubernur DKI Jakarta ini tidak segan memuji berulang kali.
“Ya menurut saya ada semangat, gajah ini kan kuat, gajah ini kan besar. Gajah ini juga berilmu dan bijaksana. Simbol ilmu pengetahuan,” ujar Jokowi.
Bahkan, Jokowi sampai mengulangi pujiannya tiga kali berturut-turut: “Keren banget, keren banget, keren banget.”
Presiden mengaku sudah mendengar rencana perubahan logo PSI sejak lama, meski tidak mengetahui bentuk finalnya. “Yang saya dengar kan sudah diproses lama itu. Usulan juga dari banyak kader. Saya kira gabungan dari beberapa usulan usulan yang ada. Jadinya seperti yang kita lihat. Keren,” tambahnya.
Momen Bersejarah: Jokowi Terima Jaket Logo Gajah
Kamis (17/7) sore menjadi momen bersejarah ketika Wakil Ketua Umum DPP PSI Andy Budiman bersama sejumlah pengurus partai menyerahkan jaket berlogo gajah kepada Jokowi di kediamannya.
Presiden tampak sumringah saat mencoba jaket tersebut. Dengan gaya khas humornya, Jokowi berkomentar, “Senang, pas. Ya sudah ngukur jadi pas. Kalau nggak diukur ya kegedean atau kekecilan.”
Jokowi bahkan berjanji akan mengenakan jaket tersebut saat menghadiri Kongres I PSI di Graha Saba pada Sabtu berikutnya, menunjukkan dukungan moralnya terhadap partai berlambang gajah ini.
Namun, di balik euphoria pergantian logo, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, melihat ada strategi politik yang lebih dalam.
“Merah untuk kepala gajah dan hitam badan gajahnya. Apalagi ada gambar gajah yang secara simbolik bermakna kuat siap tarung,” kata Adi kepada Media Indonesia, Sabtu (19/7/2025).
Adi mengamati adanya upaya PSI untuk memperkuat kedekatan dengan Jokowi, yang terlihat dari perubahan desain huruf P pada logo baru.
“Sepertinya ingin mempertebal PSI partainya Jokowi karena huruf P nya lebih terbuka dari huruf P sebelumnya,” ungkapnya.
Yang lebih menarik, menurut Adi, pilihan warna merah-hitam PSI seperti menunjukkan ambisi untuk menyaingi PDIP Perjuangan yang juga menggunakan kombinasi warna serupa.
“Jangan-jangan untuk menyasar pemilih PDIP yang juga sempat beririsan dengan Jokowi. Buktinya, logo PSI yang baru dominan warna hitam dan merah,” analisis Adi.
Merespons berbagai spekulasi, Pelaksana Tugas Ketua Umum PSI Andy Budiman menjelaskan filosofi di balik pemilihan gajah sebagai simbol partai. Menurutnya, gajah dipilih karena karakteristiknya yang sejalan dengan nilai-nilai PSI.
“Gajah itu makhluk yang bijaksana, lembut, teguh, dan dikenal tak pernah lupa. Dalam banyak literatur, gajah digambarkan punya karakter kuat, terutama dalam hal solidaritas,” jelas Andy.
Karakter-karakter positif tersebut, lanjut Andy, akan diinternalisasi sebagai nilai-nilai yang harus dimiliki kader PSI ke depan. “Karakter positif ini yang akan menjadi nilai-nilai di PSI. Hal-hal baik yang akan kami internalisasi menjadi nilai-nilai di dalam kader PSI,” tambahnya.
Terkait kombinasi warna merah, putih, dan hitam pada logo baru, Andy menegaskan tidak ada makna politik khusus di baliknya. Pemilihan warna tersebut murni pertimbangan estetika dan kontinuitas dari logo lama.
“Enggak ada arti khusus. Kita dulu juga pakai merah, jadi biasa saja,” ungkap Andy dengan santai.
Andy menjelaskan bahwa kombinasi warna tersebut pernah digunakan sebelumnya pada logo lama PSI yang berbentuk bunga mawar. “Kepalanya merah ya memang ada unsur merahnya. Jadi ada putih, merah, dan hitam. Estetik juga menurut saya. Kan kita dulu juga logonya merah,” pungkasnya.
Saat ditanya tentang siapa sosok di balik ide logo gajah, Andy memilih bersikap diplomatis. Dia tidak membenarkan maupun membantah kemungkinan keterlibatan Presiden Jokowi dalam proses kreatif tersebut.
“Nanti saja kita ceritakan,” kata Andy, meninggalkan tanda tanya besar bagi publik tentang siapa sebenarnya dalang di balik perubahan identitas visual PSI ini. (Mond)




