BANGKALAN, GEMADIKA.com – Untuk melestarikan warisan budaya lokal sekaligus mendorong lahirnya generasi baru pengrajin tongkos. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bangkalan menggelar pelatihan pembuatan tongkos. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Gedung Merdeka, Selasa (08/07/25).
Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Bangkalan, Hendra Gemma Dominant mengatakan, Pelatihan ini menjadi bagian dari implementasi empat pilar pemajuan kebudayaan sesuai amanat Undang-Undang, yakni perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan.

“Tongkos ini telah kita didaftarkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda dari Kabupaten Bangkalan. Kemarin dari tim sertifikasi pusat ada revisi, revisi ini kita coba benahi menjadi sesuatu yang bisa di implementasikan empat pilar undang-undang kebudayaan. Maka dari itu kita coba benahi kita buat kita adakan sebuah kegiatan pembinaan,” ungkapnya.
Disbudpar Bangkalan menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian tongkos melalui pendidikan budaya berbasis komunitas dan pemberdayaan pelaku lokal. Untuk itu kegiatan ini mengundang perwakilan dari kecamatan, beberapa sekolah, para tokoh pemerhati budaya dan para pengrajin tongkos.
“Dalam hal ini kami mengundang nara sumber dari hasil rekomendasi para tokoh pemerhati budaya yaitu Ibu Samsul, dimana Ibu Samsul ini memiliki latar belakang historis dan dedikasinya dalam pembikinan tongkos ini selalu mempertahankan kualitas, sehingga sampai detik ini masih tetap membikin tongkos,” ujar pria yang akrab disapa Hendra.
Perlu di ketahui Tongkos merupakan penutup kepala khas Madura yang awalnya hanya dikenakan kalangan bangsawan yang sudah berkeluarga, khususnya di wilayah Madura Barat seperti Bangkalan. Namun, dengan seiring perkembangan jaman tongkos kini menjadi lebih fleksibel dan diminati berbagai kalangan.
“Saya berharap dengan melalui kegiatan ini kecintaan masyarakat bangkalan terhadap tongkos semakin banyak sebab ini merupakan identitas budaya kita. Dan dapat melahirkan pengrajin-pengrajin muda yang mampu melestarikan dan mengembangkan warisan budaya kita,” tutupnya. (Nardi)


