BANGKALAN, GEMADIKA.com – Evaluasi Kinerja Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang di gelar Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Bangkalan di hadiri oleh 500 kader TPK, kegiatan ini berlangsung di Pendopo Pratanu Bangkalan. Kamis, (24/07/25).
Berdasarkan hasil evaluasi dan laporan, terdapat tiga Kecamatan yang berhasil meraih predikat terbaik hingga ke tingkat Nasional, yaitu TPK Kamal, Modung dan Klampis. Capaian ini patut di apresiasi setinggi tingginya.
Kepala Dinas KBP3A Kabupaten Bangkalan, Sudiyo mengatakan, evaluasi ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas program pembangunan keluarga, kependudukan dan pembangunan keluarga khususnya melalui pemantauan kinerja pendamping keluarga dilapangan.

”Kami sadar tanpa adanya bantuan dan dedikasi dari para kader TPK sebagai penyuluh yang handal di lapangan, kami tidak akan bisa berbuat banyak karena keterbatasan dana, namun kalian lebih mengedepankan pengabdian di wilayah kerja masing-masing,” ungkap pria yang akrap di sapa Yoyok.
Selain itu, Kabupaten Bangkalan memiliki wilayah yang cukup luas dengan kondisi geografis yang beragam. Sehingga membutuhkan upaya evaluasi secara menyeluruh untuk memastikan seluruh kader pendamping keluarga bisa bekerja secara optimal dalam mendampingi keluarga.
“Penilaian kinerja terhadap serapan tertinggi hingga 90% adalah TPK wilayah Kecamatan Kamal yang meliputi 3 kategori, yaitu baduta, female dan bumil. Sedangkan serapan yang paling rendah adalah TPK wilayah Kecamatan Kokop, hal ini dikarenakan petugas penyuluhnya cuma satu, wilayahnya paling luas dengan medannya yang cukup berat, sehingga sangat sulit melakukan koordinasi dan evaluasi,” jelasnya.
Perlu diketahui honor petugas TPK Kecamatan ini sangat kecil yakni Rp 360 ribu, dan harus dibagi untuk 3 penyuluh, sehingga masing-masing penyuluh hanya menerima Rp. 120 ribu, kadang kala 2 atau 3 bulan sekali, baru cair. Belum lagi regulasi yang berkaitan dengan pengganti pulsa yang sangat lelet.
“Memang adanya efisiensi Perpres Nomor 01 ini benar–benar menghambat, saya berharap teman-teman kader ini tidak bosan dan tidak boleh menyerah, sehingga capaian kinerja pendampingan ibu hamil dan badutanya itu mendapat predikat terbaik,” Imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas BKKBN Jatim yang diwakili Kepala Bagian Hukum, Wiwin Indra Wahyu mengatakan, bahwa semangat dari TPK yang memberi penyuluhan di lapangan ini merupakan sebuah pengabdian yang luar biasa, sehingga pihak dinas harus memberikan dukungan dan apresiasi sebaik-baiknya.
“Mudah-mudahan saat dilapangan ibu/bapak Kader TPK tidak menemukan kendala. Termasuk menjalankan beban tugas sesuai target dari Dinas KBP3A maupun dari BKKBN,” tutupnya. (nardi)




