PEKANBARU, GEMADIKA.com – Suasana hangat penuh semangat menyelimuti arena Muktamar XI Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) yang digelar di Pekanbaru, Riau, Minggu (28/7/2025). Dalam momentum bersejarah tersebut, Wakil Presiden Republik Indonesia secara resmi menutup rangkaian acara dengan menyampaikan berbagai pesan strategis kepada generasi muda Islam Indonesia.
Di hadapan ribuan kader yang hadir mengenakan seragam merah menyala, Wapres menyampaikan apresiasinya atas kekompakan dan soliditas para peserta.
“Seragam merah-merah ini menunjukkan semangat persaudaraan yang kuat. Saya ucapkan selamat kepada ketua umum yang baru, dan saya harap bisa meneladani kepemimpinan Presiden Prabowo yang selalu merangkul pemimpin sebelumnya. Yang baru didampingi, yang lama terus mendukung,” ujar Wapres disambut tepuk tangan hadirin.

Penutupan muktamar ini turut dihadiri tokoh-tokoh nasional dan pejabat daerah, di antaranya Wakil Menteri Agama yang juga menjabat Wakil Ketua Umum PP Persis, anggota DPR RI, DPD RI, Gubernur Riau, Pangdam, Kapolda, hingga Wali Kota Pekanbaru. Keberadaan mereka menegaskan pentingnya sinergi antara organisasi kepemudaan dan elemen pemerintahan.
Penanganan Karhutla dan BSU: Komitmen Nyata di Lapangan
Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Riau, Wapres menyempatkan diri meninjau langsung Posko Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Ia mengapresiasi kerja keras aparat gabungan yang telah menekan kasus kebakaran secara signifikan.
“Sudah dilakukan modifikasi cuaca, water bombing, dan penindakan hukum. Ada 51 tersangka yang berhasil diamankan. Terima kasih atas kerja keras seluruh pihak,” ungkapnya.
Selanjutnya, Wapres juga memantau proses penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada para pekerja terdampak. Ia menegaskan pentingnya transparansi dalam penyaluran bantuan.
“Saya minta pemerintah daerah mengawal penyalurannya agar tepat sasaran. Di Pekanbaru ini saya lihat penyaluran sudah hampir 100%,” jelasnya.
Sekolah Rakyat: Membangun Generasi Tangguh Sejak Dini
Wapres juga mengunjungi program inovatif bernama Sekolah Rakyat, yang menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan. Sekolah ini dirancang khusus untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu, dengan konsep asrama dan pemenuhan kebutuhan dasar.
“Anak-anak digembleng sejak kecil, hidup di asrama, diajarkan kemandirian, dan memiliki mental pejuang. Ini sangat penting agar kita punya generasi tangguh ke depan,” tuturnya.
Pesan Transformasi: Hima Persis Harus Adaptif dan Visioner
Dengan mengusung tema “Transformasi Hima Persis untuk Ketiga”, Wapres menekankan bahwa organisasi mahasiswa harus mampu beradaptasi terhadap perubahan global. Ia menyinggung tantangan besar seperti perubahan iklim, ketegangan geopolitik, hingga revolusi teknologi.
“Pelajaran coding dan AI sudah mulai masuk ke sekolah-sekolah sebagai mata pelajaran pilihan. Kita tidak boleh tertinggal,” ujarnya penuh semangat.
Ia juga mengingatkan tentang pentingnya memanfaatkan momentum bonus demografi, di mana 68% penduduk Indonesia akan berada pada usia produktif di tahun 2030–2045.
“Transformasi itu harus dijalankan sekarang. Pemerintah terus bergerak cepat, mulai dari pembangunan koperasi desa, pertanian, maritim, hingga transformasi digital. Semua harus dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan keberlanjutan,” tegasnya.
Wapres mengakhiri sambutannya dengan pesan kebangsaan kepada para kader Hima Persis agar terus menjadi agen perubahan yang progresif dan berpikir strategis dalam menghadapi era yang penuh tantangan.
“Jadilah pelopor transformasi. Kawal terus berbagai program pemerintah demi kemajuan Indonesia,” pungkasnya.





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan