JAKARTA, GEMADIKA.com –  Situasi mencekam terjadi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8/2025) sore hingga malam. Bentrokan pecah antara massa aksi yang didominasi pelajar dan mahasiswa dengan aparat kepolisian.

Aksi unjuk rasa yang awalnya berlangsung tertib berubah ricuh setelah massa mulai melemparkan benda-benda berbahaya, seperti batu, petasan, dan bom molotov, ke arah petugas. Polisi merespons dengan membentuk barikade, menembakkan gas air mata, serta mengerahkan water cannon untuk membubarkan kerumunan.

Kronologi Bentrokan

Sekitar pukul 16.09 WIB, massa yang bergerak dari bawah flyover simpang Palmerah Timur menuju Pejompongan melakukan pelemparan petasan dan bom molotov ke arah aparat.

Ketegangan berlangsung hingga malam hari. Menurut keterangan Polresta Jakarta Pusat, situasi berangsur terkendali sekitar pukul 18.45 WIB, meski patroli mobile tetap digencarkan demi menjaga kondusivitas.

Pada malam harinya, aparat sempat mundur dari SPBU Penjernihan sekitar pukul 20.36 WIB sebagai strategi untuk menenangkan massa. Laporan di lapangan menunjukkan penggunaan gas air mata dan water cannon terus berlangsung hingga kericuhan benar-benar mereda sekitar pukul 20.00 WIB.

Baca juga :  Diam-Diam Mematikan! Kenali Bahaya Gangguan Aorta Sebelum Terlambat

Insiden Tragis: Ojol Tewas Terlindas Rantis

Di tengah situasi kacau, sebuah insiden tragis terjadi. Afan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, dilaporkan tewas setelah terlindas kendaraan taktis Brimob jenis Baracuda. Peristiwa ini menambah duka mendalam di tengah kericuhan yang sudah menegangkan.

Tanggapan Resmi Kepolisian

Kadiv Propam Polri, Irjen Abdul Karim, menegaskan pihaknya sudah mengamankan tujuh anggota Brimob yang terlibat dalam insiden tersebut. Mereka kini tengah diperiksa secara gabungan oleh Propam Mabes Polri dan Propam Korps Brimob.

“Kasus ini akan ditangani secara tuntas, profesional, dan transparan,” ujar Abdul Karim.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.

“Kami menyesalkan insiden ini dan akan menindak tegas anggota yang terbukti bersalah,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menekankan komitmen transparansi.

Baca juga :  Dedi Mulyadi Wacanakan Hapus Pajak Kendaraan, Diganti Sistem Jalan Berbaya

“Kami akan setransparan mungkin dalam penanganan kasus ini,” tegas Kapolri.

Imbauan untuk Masyarakat

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, patroli dan upaya pengamanan masih terus dilakukan hingga malam hari,” jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, sebagian besar massa sudah membubarkan diri sejak pukul 20.00 WIB, sementara situasi di lokasi berangsur kondusif.

Ringkasan Fakta

  • Lokasi & Waktu: Pejompongan, Jakarta Pusat – Kamis, 28 Agustus 2025
  • Pemicu Ricuh: Pelemparan petasan, batu, dan bom molotov
  • Respon Aparat: Gas air mata, barikade, water cannon, mundur taktis
  • Korban Jiwa: 1 pengemudi ojol tewas terlindas rantis Brimob
  • Tindakan Polisi: 7 anggota Brimob diperiksa, Kapolda & Kapolri minta maaf, Propam lakukan penyelidikan
  • Kondisi Terakhir: Ricuh mereda sekitar pukul 20.00 WIB, patroli keamanan tetap dilakukan

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami