JAKARTA, GEMADIKA.com – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dari total lebih dari 30 ribu unit yang sudah dan sedang dibangun pemerintah di seluruh Indonesia, Sabtu (16/5/2026). Peluncuran dipusatkan di Desa Nglawak, Nganjuk, Jawa Timur, dan diikuti secara daring oleh KDMP lainnya di berbagai daerah.
Dalam skala lebih besar, pemerintah bahkan menargetkan pembangunan hingga 80 ribu KDMP di seluruh Indonesia — sebuah ambisi yang menjadikan program ini sebagai salah satu proyek pemberdayaan ekonomi desa terbesar dalam sejarah Indonesia.
KDMP hadir dengan semangat yang berbeda dari program-program sebelumnya. Ia bukan sekadar bantuan dari pusat ke desa, melainkan sebuah gagasan besar bahwa desa harus menjadi pelaku utama pembangunan, bukan lagi sekadar objek kebijakan. Selama bertahun-tahun, potensi besar desa — dari pertanian, peternakan, hingga sumber daya alam — belum dikelola menjadi kekuatan ekonomi yang mandiri. Akibatnya, generasi muda desa terus mengalir ke kota demi mencari peluang yang lebih menjanjikan.
Jika berhasil, KDMP dapat menjadi model baru pembangunan berbasis desa yang lebih kuat dan berkelanjutan. Presiden Prabowo bahkan menyebut model ini berpotensi menjadi percontohan bagi negara lain.
Namun taruhannya tidak kecil. Jika gagal, yang runtuh bukan hanya sebuah program. Kepercayaan masyarakat desa terhadap agenda pemberdayaan pemerintah bisa ikut terkikis. Masyarakat masih mengingat bagaimana Koperasi Unit Desa (KUD) di era Orde Baru pernah digadang-gadang sebagai penggerak ekonomi rakyat, namun perlahan kehilangan fungsi dan mandek di tengah jalan.
Karena itu keberhasilan KDMP tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah pusat. Pemerintah daerah, pemerintah desa, pendamping, dan masyarakat harus bergerak dalam irama yang sama. Program sebesar apa pun tidak akan berjalan jika hanya berhenti pada seremoni dan slogan.
Yang dibutuhkan adalah keseriusan, konsistensi, dan keberpihakan nyata kepada masyarakat. Sebab pada akhirnya, KDMP bukan sekadar singkatan atau proyek pembangunan — ia adalah simbol harapan baru tentang bagaimana desa dapat berdiri lebih kuat di tengah tantangan zaman.
Pertaruhan itu kini bernama KDMP. (Mr Bean)




