BATU BARA, GEMADIKA.com – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Perkumpulan Jurnalis Demokrasi Indonesia (PJID) Kabupaten Batu Bara, ketua Mariati AB merespon viral tentang berita miring program pemenuhan gizi nasional yang diluncurkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang terjadi beberapa hari lalu menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) Basi dan berulat terjadi di Sekolah Menengah Atas Negri (SMAN) 1 Kecamatan Air Putih Kabupaten Batu Bara Sumatra Utara, Jum’at (29/8/2025).
PJID telusuri informasi viral yang sudah terjadi dan di alami ratusan siswa yang nyaris menjadi korban keracunan massal akibat dari makanan bergizi gratis yang dikirim oleh pihak vendor satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) pada Rabu, 20 Agustus 2025, kelengkapan data informasi autentik tentang penyaluran MBG di alami pada SMAN I menikmati menu berdampak basi dan berulat.
Dari informasi dan di konfirmasi kronologi sampai dimana, proses tindak lanjut mengenai hal pendistribusian makanan bergizi gratis, yang berulat dan basi itu, melalui WhatsApp Kamis 28 Agustus 2025, kepada ketua serikat produksi pangan industri (SPPI) Kabupaten Batu Bara, Benni , dan bagaimana inisiatif serta tindakan pihak SPPI terhadap pendistribusian makanan bergizi gratis yang basi serta berulat itu, namun dengan gamblang beliau menjawab “sudah selesai, namun awak media bertanya kembali, selesai dalam hal apa pak, ya kasusnya sudah dianggap selesai antara ketua SPPG Kecamatan Air Putih Kama Robbayani dengan pihak yayasan Merah Putih”, ungkap Benni kembali.
Menanggapi jawaban Benni selaku ketua SPPI Kabupaten Batu Bara yang mengganggap sepele dengan nyaris melayang / keselamatan dari jumlah siswa siswi 890 orang dari sekolah tersebut tanpa ada tindakan secara gamblang apapun kepada vendor SPPG, artinya ada indikasi kongkalikong kerja sama pembiaran ke alpaan dalam pengawasan serta dugaan niat busuk dan bagi hasil demi memperkaya antara Kama Robbayani ketua SPPG Kecamatan Air Putih dengan pihak Yayasan Merah Putih.
Kemana anggaran miliaran dari negara digelontorkan tapi anak-anak sekolah hanya makan bergizi gratis yang berulat dan basi, fakta terjadi.
Dan menanggapi prihal tersebut DPC PJID , Mariati AB ketua PJID Kabupaten Batu Bara “jika hal tersebut dianggap selesai begitu saja tanpa ada proses hukum itu sama saja mencoreng program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berarti program makanan bergizi gratis dianggap gagal”, ketusnya.
Mariati AB, kepada Yayasan Merah Putih Kabupaten Batu Bara agar memberi inisiatif tegas teraf kan sanksi dan hukuman bagi SPPG nakal, “beri sanksi tegas kepada vendor serta pemutusan kontrak kerja sama dan blacklist, juga berharap kepada pemerintah dapat melakukan audit forensik untuk menyelidiki Aliran anggaran program gizi Nasional dan menyelidiki adanya indikasi korupsi atau penyelewengan dana dan agar vendor dapat dijerat dengan pasal-pasal yang terkait dengan keteledoran pendistribusian makanan bergizi gratis yang berulat dan basi tersebut”, ungkapnya. (Jumaidi)




