PURWOREJO, GEMADIKA.com – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa berbeda di Makodim 0708 Purworejo, Minggu (3/3/2025). Ratusan peternak berkumpul membawa kebanggaan mereka masing-masing: kambing Kaligesing, salah satu ternak lokal unggulan khas Kabupaten Purworejo.
Dalam suasana yang meriah namun penuh kompetisi sehat, Kodim 0708 Purworejo menggelar Kontes Kambing Lokal Kaligesing, yang diikuti 250 peserta dari berbagai wilayah. Mereka membawa kambing peranakan etawa (PE) terbaik, siap bersaing di empat kelas yang dipertandingkan, dari kelas E hingga kelas A, baik kategori jantan maupun betina.

Acara dibuka secara resmi oleh Komandan Kodim 0708 Purworejo, Letkol Inf Imam Purwoko, S.E., M.H.I., didampingi jajaran Forkopimda Kabupaten Purworejo, serta disaksikan antusias oleh masyarakat dan penggemar ternak dari dalam maupun luar kota.
Dalam sambutannya, Dandim menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi bagian dari dukungan TNI terhadap sektor peternakan rakyat, khususnya dalam pelestarian kambing Kaligesing sebagai simbol unggulan lokal.
“Kontes kambing ini adalah wujud dukungan kami terhadap pelestarian kambing Kaligesing sebagai ternak lokal unggulan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat ekonomi masyarakat serta memotivasi para peternak agar terus meningkatkan kualitas ternaknya,” ujar Letkol Inf Imam Purwoko.
Lebih jauh, ia menambahkan bahwa kontes ini juga menjadi ajang seleksi bagi peserta yang kelak akan dipersiapkan mengikuti kontes tingkat nasional seperti Piala Presiden.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, edukasi, dan motivasi bagi para peternak agar terus menjaga keberlanjutan usaha peternakan di wilayah Purworejo dan sekitarnya,” imbuhnya.
Penilaian Ketat dan Transparan
Dalam kontes kali ini, penilaian dilakukan oleh dewan juri profesional, salah satunya adalah Budi, yang menekankan bahwa aspek penilaian dilakukan dengan seksama berdasarkan enam kriteria utama.
“Kriteria penilaian mencakup kepala dan telinga, leher dan glambir, postur tubuh, bulu, serta rewos masing-masing dengan nilai maksimal 10. Untuk bagian kaki diberi nilai maksimal 9, tanduk, pola warna, dan ekor masing-masing bernilai 8, sedangkan testis diberi nilai maksimal 7,” jelas Budi.
Ia juga menegaskan bahwa untuk menjaga semangat pembinaan, peserta yang sudah pernah menjuarai tingkat regional maupun nasional tidak diperbolehkan ikut.
“Ini merupakan ajang pembinaan dan peningkatan kualitas bagi peternak kambing Kaligesing, khususnya di Kabupaten Purworejo,” tambahnya.
Selain sebagai ajang prestasi, kontes ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan nilai jual dan ekonomi peternak lokal.
“Dengan adanya kontes seperti ini, tidak hanya kualitas ternak yang meningkat, tapi juga nilai jual kambing Kaligesing akan ikut terdongkrak,” pungkasnya.
(Mr.biean)




