TOBA, GEMADIKA.com – Di tengah sorotan publik terhadap pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Porsea, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, terungkap persoalan yang dihadapi para tenaga medis di rumah sakit tersebut.

Salah seorang dokter jaga IGD, dr. Maria Emmy Sinaga, mengungkapkan bahwa jasa umum pelayanan medis bagi tenaga kesehatan di RSUD Porsea belum dibayarkan selama enam bulan, terhitung sejak Januari 2026 hingga pertengahan Juli 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan kepada awak media saat proses konfirmasi terkait video viral yang diunggah seorang warga mengenai dugaan lambatnya pelayanan di IGD RSUD Porsea, Kamis (16/7/2026).

Meski mengakui adanya keterlambatan pembayaran hak tenaga medis, dr. Maria menegaskan kondisi tersebut tidak memengaruhi komitmen tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Walaupun jasa pelayanan kami belum dibayarkan selama enam bulan, kami tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada pasien sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP),” ujarnya.

Baca juga :  Pembangunan KDMP di Batu Bara Jadi Sorotan Publik Tanpa Papan Informasi Proyek

Jasa BPJS dan TPP Juga Disebut Terlambat

dr. Maria menjelaskan dirinya tidak bertugas saat peristiwa yang terekam dalam video viral terjadi. Namun, ia meyakini rekan-rekan tenaga medis yang bertugas telah menjalankan pelayanan sesuai prosedur yang berlaku.

Saat ditanya apakah keterlambatan pembayaran jasa pelayanan berpengaruh terhadap kualitas pelayanan kepada pasien, ia menegaskan tidak ada kaitannya.

Selain jasa pelayanan umum yang belum dibayarkan selama enam bulan, ia juga mengungkapkan bahwa jasa pelayanan BPJS disebut belum diterima selama dua bulan terakhir.

Tidak hanya itu, menurutnya, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) juga sering mengalami keterlambatan dibandingkan instansi pemerintah lainnya.

Ia juga menyoroti adanya dugaan ketidaksesuaian antara jumlah pasien yang ditangani di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan rekapitulasi yang tercatat dalam sistem SIMERES.

Baca juga :  Wakil Bupati Batu Bara Dorong Percepatan Realisasi TKD untuk Perkuat Pemulihan Daerah Pascabencana

Menurutnya, persoalan tersebut telah berlangsung selama kurang lebih enam bulan dan diharapkan dapat segera dievaluasi oleh pihak manajemen rumah sakit.

Berharap Ada Perbaikan

Meski menghadapi berbagai persoalan administrasi dan kesejahteraan, dr. Maria menegaskan bahwa seluruh tenaga medis tetap menjalankan tugas secara profesional demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia berharap manajemen rumah sakit dapat segera memberikan perhatian terhadap persoalan pembayaran hak tenaga kesehatan maupun berbagai kendala administratif yang terjadi agar pelayanan kesehatan dapat semakin optimal.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RSUD Porsea belum memberikan keterangan resmi terkait pernyataan mengenai tunggakan jasa pelayanan medis, pembayaran BPJS, maupun persoalan administrasi yang disampaikan oleh dokter jaga IGD tersebut.

(Jamarlin Sarangih)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami