REMBANG, GEMADIKA.com- Lonjakan peserta dan pengunjung pada ajang Puri Berlian Championship 2026 membuat kapasitas parkir di Puri Berlian Park, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, tidak lagi memadai. Kondisi tersebut mendorong pengelola mempercepat rencana perluasan area parkir melalui pembangunan Rest Area Rembang Bangkit di lahan depan kawasan wisata setelah memperoleh lampu hijau dari Bupati Rembang.
Kepada wartawan GEMADIKA.com, Minggu (19/7/2026), pengelola sekaligus penanggung jawab Puri Berlian Park, Sriyono, mengatakan area parkir yang tersedia saat ini hanya mampu menampung sekitar 200 mobil dan 500 sepeda motor. Namun, selama kejuaraan berlangsung, jumlah kendaraan roda empat yang datang diperkirakan melebihi 300 unit.
”Untuk kapasitas parkir maksimal 200 mobil dan 500 kendaraan roda dua. Saat event Puri Berlian Championship 2026 ini sudah overload, jumlah mobil yang datang sekitar 300 lebih,” kata Sriyono.

Akibat keterbatasan tersebut, pengelola terpaksa menolak kendaraan pengunjung umum karena seluruh area parkir diprioritaskan bagi peserta dan ofisial kejuaraan. Sebagian kendaraan bahkan dialihkan ke area sekitar Taman Satwa untuk mengurangi kepadatan.
Menurut Sriyono, kondisi itu menjadi perhatian serius mengingat Puri Berlian Park tengah mengajukan diri sebagai tuan rumah Kejuaraan Renang tingkat Jawa Tengah pada 2027 yang diperkirakan akan diikuti peserta dari 34 kabupaten dan kota.
Untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut, pihaknya telah berkomunikasi dengan Bupati Rembang mengenai pemanfaatan lahan di depan kawasan Puri Berlian Park yang berada di area GOR dan dikelola Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
”Pak Bupati sudah memberikan lampu hijau agar kami berkoordinasi secara teknis dengan OPD terkait. Harapannya lahan di depan Puri Berlian Park bisa dimanfaatkan menjadi rest area sekaligus menambah kapasitas parkir,” ujarnya.
Sriyono menjelaskan, kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi Rest Area Rembang Bangkit yang berlokasi di Jalan Nasional KM 7, Desa Pedak, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang. Rest area itu tidak hanya difungsikan sebagai perluasan parkir, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan pelaku usaha mikro dan pedagang lokal.
”Konsepnya bukan hanya parkiran yang lebih luas, tetapi juga menyediakan ruang bagi UMKM dan pedagang di kawasan Sulang. Nantinya akan kami kemas menjadi kawasan kuliner yang menampilkan produk-produk unggulan Rembang seperti dumbeg, siwalan, gula aren, dan berbagai produk lokal lainnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, konsep tersebut akan disinergikan dengan program pembangunan Pemerintah Kabupaten Rembang. Kawasan rest area dirancang terintegrasi dengan kawasan GOR di sisi selatan yang juga terdapat lapangan sepak bola, sehingga membentuk kawasan olahraga, wisata, kuliner, dan parkir yang saling mendukung.
Sambil menunggu tindak lanjut koordinasi dengan pemerintah daerah, pengelola menambah tujuh petugas parkir freelance dan dua karyawan serta memasang rambu-rambu untuk mengatur arus kendaraan selama penyelenggaraan kejuaraan.
”Kami berharap dengan adanya Rest Area Rembang Bangkit, kebutuhan parkir untuk event-event besar dapat terpenuhi sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM dan masyarakat sekitar,” pungkas Sriyono.
Penulis : Aziz
Editor : Rini


