GROBOGAN, GEMADIKA.comDesa Genengsari, Kecamatan Toroh, menjadi saksi pelaksanaan panen raya jagung yang diikuti penandatanganan pernyataan komitmen kemitraan dalam pengembangan jagung di Kabupaten Grobogan, Selasa (12/8/2025). Acara ini mengukuhkan peran Grobogan sebagai lumbung pangan nasional sekaligus mendorong kemandirian petani melalui program ketahanan pangan.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Wakil Bupati Grobogan H. Sugeng Prasetyo, Ketua DPRD Grobogan Lusia Indah Artani, Kepala Kejaksaan Negeri Grobogan Daniel P, Kasdim 0717 Grobogan Mayor Cba, Ichfani, perwakilan Kapolres Grobogan, Kepala OJK Jawa Tengah, sejumlah kepala dinas terkait, Camat Toroh Indah Dwi H., Danramil Toroh Lettu Inf Edi Sucipto, serta Kepala Desa Genengsari beserta perangkat.

Baca juga :  BKD Rembang Klaim Tak Diam soal Kasus ASN Diduga Asusila di Mushola

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung panen raya tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya ajang seremonial, tetapi bagian dari upaya mewujudkan Indonesia swasembada pangan 2025.

“Panen raya ini akan meningkatkan ekonomi masyarakat dan mendukung kemajuan pertanian, khususnya jagung. Mari bersama-sama kita dukung program pemerintah demi hasil panen yang semakin baik,” ujarnya.

Wakil Bupati Grobogan menambahkan, panen raya jagung menjadi simbol keberhasilan daerah dalam menjaga ketersediaan komoditas strategis, sekaligus sarana edukasi bagi petani terkait pengelolaan keuangan agar lebih mandiri.

“Melalui kolaborasi pemerintah, petani, dan sektor industri, kita wujudkan ketahanan pangan berkelanjutan. Grobogan akan terus menjadi penggerak utama swasembada jagung nasional,” ungkapnya.

Baca juga :  Dugaan Galian C Ilegal Berkedok Proyek KDKMP di Purworejo, Aktivitas Pengerukan Disorot Warga

Acara ini juga merupakan bagian dari implementasi program New Food Supply Chain yang bertujuan memperpendek rantai distribusi, menjaga stabilitas harga, dan memastikan kesejahteraan petani. Tak hanya itu, inovasi sistem tanam “methuk” yang diterapkan petani Grobogan turut diapresiasi karena mampu meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.
Panen raya di Desa Genengsari kali ini mencakup lahan seluas 578 hektare dengan hasil produktivitas tinggi. Kegiatan berakhir pada pukul 10.30 WIB dalam keadaan aman dan tertib, meninggalkan optimisme baru bagi para petani Grobogan untuk terus maju dan berdaya saing di sektor pertanian nasional. (Dion Pendim 0717/Grobogan)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami