POLEWALI MANDAR, GEMADIKA.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) mengambil langkah tegas dalam menangani dua persoalan krusial: stunting dan kemiskinan ekstrem. Kondisi terkini menunjukkan adanya lonjakan prevalensi stunting dari 30,3% menjadi 35,4%, sementara tingkat kemiskinan ekstrem mencapai 1,46%, lebih tinggi dari rata-rata nasional yang berada di angka 0,83%.
Sebagai bentuk respon serius, Pemprov Sulbar meluncurkan program PASTI PADU (Pencegahan dan Penanganan Stunting & Kemiskinan Ekstrem Terpadu) melalui kegiatan Workshop Implementasi yang digelar di Kabupaten Polewali Mandar, Selasa (5/8/2025).
Workshop ini menjadi momentum penguatan komitmen lintas sektor dan dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulbar, Salim S. Mengga, Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, serta Wakil Bupati, Andi Nursami Masdar.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, dr. Hj. Nursyamsi Rahim, dalam paparannya menyampaikan bahwa PASTI PADU tidak boleh dipandang sebagai program musiman. Ia menekankan perlunya menjadikan PASTI PADU sebagai gerakan masyarakat yang massif dan menyentuh langsung akar persoalan di tingkat rumah tangga.
“Kita tak bisa lagi bersikap biasa-biasa saja. Akar masalah stunting dan kemiskinan hanya bisa diurai dengan kerja kolektif yang menyentuh langsung rumah-rumah warga,”
tegas dr. Nursyamsi.
Sebagai wujud implementasi awal, dua wilayah ditetapkan sebagai lokus prioritas intervensi tahun ini:
- Kelurahan Takatidung, Kecamatan Polewali
- Desa Lampoko, Kecamatan Campalagian
Langkah ini akan menjadi model dalam memperluas jangkauan program ke 60 desa/kecamatan di seluruh Sulawesi Barat pada tahun 2026, sebagaimana disampaikan oleh Gubernur Sulbar, Suhardi Duka (SDK) dalam pidatonya sebelumnya.
PASTI PADU sejalan dengan dua prioritas utama pembangunan Sulbar di bawah kepemimpinan SDK–JSM (Suhardi Duka–Salim S Mengga), yakni:
- Pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
- Pembangunan SDM unggul dan berkarakter.
Melalui pendekatan kolaboratif antara OPD, sektor kesehatan, pendidikan, sosial, hingga sanitasi, Pemprov Sulbar ingin memastikan bahwa setiap program benar-benar terasa manfaatnya di tengah masyarakat. Dukungan juga datang dari PKK, Baznas, TNI-Polri, tokoh masyarakat, hingga aparat desa yang dilibatkan aktif untuk mewujudkan visi bersama.
“Kita harus bergerak lebih cepat, lebih tepat. Tidak ada waktu lagi untuk menunda. Bersama-sama, kita bisa buktikan bahwa Sulbar mampu menurunkan stunting dan kemiskinan ekstrem secara nyata,” pungkas dr. Nursyamsi penuh semangat.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulbar, Salim S. Mengga, menyampaikan pesan inspiratif agar PASTI PADU menjadi simbol semangat kolektif untuk membangun generasi emas Sulawesi Barat.
“Mari jadikan PASTI PADU sebagai semangat kolektif kita, agar anak-anak Sulbar tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang gemilang,” ungkapnya penuh harap.
Dengan langkah konkret ini, Pemprov Sulbar berharap tak hanya mempercepat penurunan angka stunting dan kemiskinan, tetapi juga memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang yang menyasar kualitas hidup masyarakat dari desa hingga provinsi.
(Antyka)




