DELI SERDANG, GEMADIKA.com – Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Deli Serdang berbondong-bondong mendatangi kantor polisi setempat dengan membawa poster dan spanduk berisi tuntutan keras, Rabu (13/8/2025) pagi.

Aksi yang berlangsung damai namun penuh emosi ini dipicu oleh kekecewaan masyarakat terhadap penanganan laporan polisi yang dinilai mangkrak tanpa kepastian hukum. Para pengunjuk rasa menuntut Polsek Pancur Batu segera menuntaskan sejumlah kasus yang telah dilaporkan sejak tahun 2024.

Tujuh Laporan Polisi Terbengkalai

Dalam orasinya yang berapi-api, massa menyebut sedikitnya tujuh laporan polisi yang hingga kini belum tuntas penanganannya:

  • LP/B/528/XII/2024 – Kasus penganiayaan dengan pelapor Ario Sandi Tarigan, korban Salman Toni Karni Giru Singa
  • LP/B/514/XII/2024 – Kasus pengerusakan dengan pelapor Safrijar
  • LP/B/485/XII/2024 – Kasus pengerusakan dengan pelapor Dedy Syaputra
  • LP/B/106/III/2025 – Kasus pengancaman dengan pelapor Ribin Gunawan Pandiya
  • LP/B/181/IV/2025 – Kasus pengerusakan dengan pelapor Jenny Br Sembiring
  • LP/B/182/IV/2025 – Kasus pengerusakan dengan pelapor Irwanto Sembiring
  • LP/B/180/IV/2025 – Kasus pengerusakan dengan pelapor Setia Budi Sembiring

Suara Korban yang Menggugah Hati

Para korban yang hadir langsung menyuarakan keluh kesahnya dengan penuh emosi. Ribin Gunawan Pandiya, korban pengancaman, bersuara lantang: “Saya diancam, dan yang mengancam sudah kami beri tahu orangnya. Mengapa tidak ditangkap atau dipanggil agar terang siapa dalang di balik ini?”

Baca juga :  Wabup Syafrizal Pimpin Upacara Harkitnas ke-118, Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Literasi Digital

Jenny Br Sembiring, yang melaporkan kasus pengerusakan, tampak frustasi: “Terlalu lama kami menunggu pelaku ditangkap. Rekaman video ada, saksi ada. Apa lagi yang kurang, Pak?”

Sementara Setia Budi Sembiring dengan suara bergetar menceritakan penderitaannya: “Ladang kami dibakar. Kami tidak punya musuh. Mengapa lahan tempat kami mencari rezeki dibumi hanguskan? Tangkap pelakunya, Pak Kapolsek.”

Tuntutan Tegas dari Massa

R. Anggi Syaputra selaku juru bicara massa menyampaikan tuntutan yang tegas kepada pihak kepolisian: “Kami minta Kapolsek Pancur Batu Kompol Djanuarsa SH segera menindaklanjuti semua Laporan ini, menangkap para pelaku, dan memproses sesuai hukum. Jangan biarkan laporan rakyat mengendap di meja tanpa kepastian!”

Dalam orasinya yang semakin memanas, R. Anggi bahkan melontarkan ultimatum keras: jika Kapolsek Pancur Batu tidak mampu menangani 8 laporan dari masyarakat dan mengamankan para tersangka, “sebaiknya Kapolsek mundur sebagai seorang kesatria, atau dipecat secara tidak hormat.”

Respons Kapolsek: “Terkendala Saksi”

Menanggapi tuntutan massa, Kapolsek Pancur Batu Kompol Djanuarsa, SH memberikan penjelasan singkat namun menuai reaksi keras dari para pengunjuk rasa. “Bahwa laporan-laporan tersebut terkendala di saksi,” ujar Kapolsek.

Baca juga :  Komisi lV DPRD Batu Bara Gelar RDP Dirut PDAM Dengan GEMAPI

Pernyataan tersebut langsung ditanggapi dengan nada sarkastis oleh Irwanto Sembiring: “Jadi apa fungsinya Intel Intel ataupun Kepolisian ini Pak, kalau harus kami masyarakat juga yang mencari saksi ataupun pelakunya.”

Ultimatum 3×24 Jam

Aksi yang berlangsung sekitar dua jam ini diakhiri dengan pemberian ultimatum tegas. Massa memberikan tenggang waktu 3×24 jam kepada Polsek Pancur Batu untuk menangkap para terduga pelaku dari ketujuh laporan tersebut.

Jika tidak ada tindakan konkret dalam batas waktu yang ditetapkan, para pengunjuk rasa mengancam akan menurunkan massa yang lebih besar untuk menggelar aksi unjuk rasa ke Kapolda Sumatera Utara dan rumah dinasnya.

Pesan Moral di Balik Aksi

Meski bernada keras, massa menegaskan bahwa aksi ini bukanlah bentuk permusuhan terhadap institusi kepolisian. Mereka hanya mengingatkan agar Polri menjalankan tugas sesuai amanat undang-undang: melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

“Hukum jangan tajam ke bawah, tumpul ke atas. Jangan biarkan kepercayaan rakyat hilang,” ujar Fredy Sembiring, salah satu korban yang ikut serta dalam aksi tersebut. (W.Ardiansyah)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami