GEMADIKA.com – Nusantara menyimpan beragam tradisi unik dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Salah satunya adalah adat Cokaiba, sebuah ritual khas masyarakat petani di Weda dan Maba, Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Secara harfiah, “Cokaiba” berarti “topeng setan” atau “bermuka setan”, yang merujuk pada penggunaan topeng oleh para pemain. Topeng ini bukan simbol kejahatan, melainkan ungkapan kegembiraan masyarakat atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Baca juga :  Dalih “Siap Ganti Rugi” Tuai Kecaman: Alun-Alun Dibangun dari Uang Rakyat, Publik Soroti Perizinan terhadap Pasar Malam di Jantung Kota Galang

Tradisi ini digelar dengan penuh khidmat namun juga meriah. Rangkaian acaranya meliputi zikir dan shalawatan semalam suntuk, dilanjutkan dengan proses pelepasan serta pawai Cokaiba yang melibatkan masyarakat luas. Para peserta mengenakan topeng khas dan melakukan atraksi yang menggambarkan suka cita, sembari mengiringi lantunan doa dan shalawat.

Lebih dari sekadar ritual, adat Cokaiba menyimpan nilai sosial dan keagamaan yang mendalam. Ia menjadi wadah kebersamaan, pengikat silaturahmi, serta bentuk ekspresi budaya Islam lokal yang diwariskan turun-temurun.

Baca juga :  Alyssa Daguise Murka Wajah Anak Dijadikan AI: “Stop Bikin AI Muka Anak Aku”

Dengan makna yang kaya, tradisi Cokaiba bukan hanya memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga memperlihatkan harmoni antara ajaran Islam dan budaya masyarakat Halmahera Tengah.(R)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami