BOJONEGORO, GEMADIKA.com – Warga bantaran Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dikejutkan dengan perubahan warna air sungai yang tiba-tiba menjadi cokelat pekat. Fenomena ini terlihat jelas sejak Selasa (23/9/2025), terutama di kawasan Bendung Gerak Kecamatan Trucuk hingga Kalitidu.

Perubahan warna air tersebut menimbulkan keresahan warga yang selama ini menggantungkan hidup dari sungai, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun sebagai sumber mata pencaharian. Banyak nelayan tradisional dan petani tambak mengaku khawatir karena kualitas air tidak lagi normal.

“Kami kaget, tiba-tiba airnya berubah jadi cokelat pekat. Biasanya masih agak jernih, tapi sekarang terlihat seperti tercemar,” ujar Suyono, warga Trucuk, Rabu (24/9/2025).

Baca juga :  Satreskrim Polres Bangkalan Berhasil Ringkus Maling Motor Yang Meresahkan Masyarakat

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro langsung turun tangan melakukan pengecekan di lokasi. Namun, hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab pasti perubahan warna tersebut. Meski begitu, dugaan sementara kuat mengarah pada pencemaran limbah yang masuk ke aliran Bengawan Solo.

Kepala DLH Bojonegoro menyatakan pihaknya tengah mengambil sampel air untuk diteliti lebih lanjut di laboratorium. “Kami sudah menurunkan tim ke lapangan untuk memeriksa kondisi air. Sampel sedang diuji, hasilnya akan segera kami sampaikan,” jelasnya.

Baca juga :  Kapolres Bangkalan Berikan Penghargaan kepada Personel dan Masyarakat pada Hari Bhayangkara ke-80

Fenomena ini bukan kali pertama terjadi di Bengawan Solo. Sebelumnya, warga juga pernah mengeluhkan perubahan warna dan bau menyengat yang diduga berasal dari limbah industri. Kondisi tersebut memperkuat desakan agar pemerintah lebih tegas dalam mengawasi aktivitas pembuangan limbah ke sungai.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat agar pencemaran tidak semakin meluas dan ekosistem Bengawan Solo tetap terjaga. (Joko P)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami