GROBOGAN, GEMADIKA.com – Hiruk-pikuk Pasar Induk Purwodadi yang dulunya ramai pembeli kini mulai meredup. Para pedagang setempat menghadapi tantangan berat: daya beli masyarakat yang merosot dan persaingan ketat dari pasar modern hingga platform belanja online.
Geliat perdagangan di pasar tradisional yang menjadi jantung perekonomian masyarakat Grobogan ini kini terasa berbeda. Meski aktivitas jual-beli masih berlangsung, intensitasnya tidak seperti masa-masa sebelumnya.
Persaingan 24 Jam Non-Stop

Bu Sri Rahayu, seorang pedagang bahan pokok yang telah puluhan tahun berdagang di lokasi ini, menyampaikan keresahannya. Menurutnya, hadirnya Pasar Argo di Jalan Gajahmada yang beroperasi 24 jam menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan usaha mereka.
“Karena buka nonstop, pembeli cenderung beralih ke sana,” katanya saat ditemui pada Rabu (03/09/2025).
Kondisi ini semakin diperparah dengan tren belanja online yang kian mengakar di masyarakat. Ibu Kustini, pedagang sayur dan perlengkapan jamu tradisional, merasakan dampaknya secara langsung.
“Pembeli sekarang banyak memilih online, jadinya makin sepi di lapak kami,” ungkapnya kepada Tim Gemadika dengan nada prihatin.
Harga Tetap Stabil di Tengah Gejolak

Meski daya beli mengalami penurunan, hasil pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Grobogan menunjukkan kabar menggembirakan. Harga berbagai kebutuhan pokok tetap stabil dan masih dalam jangkauan masyarakat.
Data harga kebutuhan pokok per September 2025:
- Beras Premium: Rp 14.000 – Rp 15.000/kg
- Beras Medium: Rp 12.000 – Rp 13.000/kg
- Gula Pasir: Rp 17.500 – Rp 18.000/kg
- Minyak Goreng: Rp 17.000 – Rp 21.000/liter
- Cabai Besar: Rp 20.000 – Rp 32.000/kg
- Cabai Rawit Merah: Rp 20.000 – Rp 60.000/kg
- Bawang Merah: Rp 26.000 – Rp 32.000/kg
- Bawang Putih: Rp 17.000 – Rp 38.000/kg
- Daging Sapi: Rp 120.000 – Rp 140.000/kg
- Daging Ayam: Rp 34.000 – Rp 36.000/kg
- Telur Ayam Ras: Rp 25.500 – Rp 29.000/kg
- Mie Instan: Rp 2.800 – Rp 3.000 per bungkus
Harapan di Tengah Tantangan
Para pedagang tidak tinggal diam menghadapi situasi ini. Mereka berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan konkret, baik melalui program promosi maupun kebijakan yang berpihak pada pedagang tradisional.
Upaya revitalisasi pasar tradisional menjadi kunci agar Pasar Induk Purwodadi tetap diminati masyarakat dan mampu bersaing dengan pasar modern maupun platform belanja digital yang terus berkembang. (Joko P)




