GEMADIKA.com – Kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Wates, Kulon Progo, Yogyakarta, akhirnya mulai menemukan titik terang. Berdasarkan hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dan siswa terdampak, penyebab keracunan diduga berasal dari makanan yang terkontaminasi bakteri.
“Kita melihat kasus keracunan makanan ini memang harus ditelusuri secara detail, mulai dari pemilihan bahan makanan, proses pencucian, hingga distribusinya. Dari hasil laboratorium, terbukti ada kontaminasi bakteri pada makanan yang dikonsumsi siswa,” ungkap pejabat terkait, Minggu (21/9/2025).
Ratusan Siswa Jadi Korban
Insiden terjadi saat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah dasar wilayah Wates. Sedikitnya 215 siswa dari lima sekolah dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, hingga diare setelah menyantap makanan yang dibagikan.
Sebagian siswa dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga Minggu malam, sekitar 190 siswa sudah diperbolehkan pulang, sementara puluhan lainnya masih dalam pemantauan tenaga kesehatan.
Evaluasi Program MBG
Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bersama Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap rantai penyediaan makanan dalam program MBG, mulai dari kualitas bahan baku, proses pengolahan, hingga standar higienitas penyajian.
“Ke depan, pengawasan harus lebih ketat. Jangan sampai kasus serupa terulang dan membahayakan kesehatan anak-anak,” tegas pejabat BGN.
Catatan Penting untuk Keamanan Pangan
Kasus ini menjadi peringatan serius bahwa pelaksanaan program makan bergizi gratis harus memperhatikan aspek keamanan pangan. Tujuan utama meningkatkan gizi siswa tidak boleh berbalik menjadi ancaman kesehatan.
Pemerintah pusat diharapkan segera memperketat standar operasional prosedur (SOP) distribusi MBG serta melibatkan tenaga ahli gizi dan kesehatan dalam setiap tahapan. Dengan begitu, program strategis nasional ini benar-benar bisa memberi manfaat maksimal bagi generasi muda.




