BATU BARA, GEMADIKA.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Labuhan Ruku menggelar kegiatan Family Support Group (FSG) sebagai penutupan program rehabilitasi bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP), Kamis (9/10/2025).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kalapas Labuhan Ruku, Soetopo Berutu, serta dihadiri oleh pejabat struktural dan keluarga warga binaan peserta program. Suasana penuh haru dan kehangatan menyelimuti kegiatan ketika para keluarga dipertemukan kembali dengan peserta rehabilitasi yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pembinaan.
Acara dibuka dengan yel-yel semangat dari peserta rehabilitasi sebagai simbol antusiasme dan kebanggaan atas capaian mereka. Program rehabilitasi ini telah berlangsung sejak 2 September hingga 9 Oktober 2025, dengan jadwal kegiatan setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis.

Dalam pelaksanaannya, Lapas Labuhan Ruku bekerja sama dengan Fokus Rehabilitasi Nusantara, menghadirkan instruktur berpengalaman Fernando Tobing dan Sendy untuk memberikan pembinaan serta pendampingan intensif kepada para peserta.
Dalam sambutannya, Kalapas Soetopo Berutu menyampaikan apresiasi dan kebanggaan kepada seluruh peserta atas kesungguhan mereka mengikuti program.
“Kegiatan rehabilitasi ini bukan hanya untuk menghentikan ketergantungan terhadap narkoba, tetapi juga sebagai langkah awal menuju perubahan diri yang lebih baik. Kami berharap, setelah bebas nanti, para peserta dapat menjadi pribadi yang produktif dan bermanfaat bagi keluarga serta masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan Family Support Group menjadi momen penting dalam memperkuat dukungan moral dari keluarga terhadap warga binaan.
“Peran keluarga sangat besar dalam menjaga keberlanjutan proses pemulihan. Dengan kegiatan ini, diharapkan hubungan emosional antara warga binaan dan keluarganya dapat kembali terjalin dengan baik,” tutur Soetopo Berutu.
Salah satu warga binaan peserta rehabilitasi mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan.
“Saya bersyukur masuk penjara, karena di sinilah saya berhenti menggunakan narkoba setelah ketergantungan sejak tahun 1985. Saya juga mulai rutin salat lima waktu, sesuatu yang dulu jarang saya lakukan. Terima kasih kepada Bapak Kalapas dan seluruh petugas atas pelaksanaan kegiatan rehabilitasi ini,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, perwakilan keluarga warga binaan turut menyampaikan apresiasi kepada pihak Lapas.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Lapas Labuhan Ruku yang telah membimbing anak kami. Kami berharap setelah bebas nanti, anak kami dapat berubah, menjadi pribadi yang lebih baik, dan berguna bagi bangsa dan negara,” ucap salah satu orang tua warga binaan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Lapas Labuhan Ruku menegaskan komitmennya dalam mendukung program pemulihan dan reintegrasi sosial bagi warga binaan. Melalui pendekatan humanis dan partisipatif, Lapas berupaya menciptakan lingkungan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek pemasyarakatan, tetapi juga pada perubahan perilaku serta kesejahteraan psikologis warga binaan dan keluarganya. (W. Ardiansyah)




