JAKARTA, GEMADIKA.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tidak menahan amarahnya ketika membacakan laporan dari masyarakat mengenai pegawai Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) yang menghabiskan waktu kerja berkumpul di kafe Starbucks, Jumat (17/10/2025).

Laporan itu masuk melalui layanan pengaduan baru yang diresmikan Purbaya, bertajuk “Lapor Pak Purbaya.” Dalam dua hari peluncuran, layanan ini sudah menerima 15.933 pengaduan dari masyarakat luas.

Kronologi Laporan dari Masyarakat

Seorang wiraswasta melaporkan kejanggalan yang ia temui di salah satu cabang Starbucks. Kronologisnya, sekelompok pegawai DJBC lengkap mengenakan seragam dinas berkumpul bergerombol sepanjang hari di tempat tersebut.

Dalam laporan yang dibacakan Purbaya, aktivitas ini bukan sekadar istirahat santai. Mereka berbicara dengan suara keras, mengganggu pengunjung lain, dan membicarakan berbagai hal yang mencurigakan.

“Mereka meeting dengan banyak orang lain, sesama petugas Bea Cukai. Mereka membicarakan setiap hari bisnis, mengamankan aset bagaimana,” ujar Purbaya saat membacakan aduan tersebut.

Lebih mendetail, pelapor menulis bahwa percakapan mereka mencakup topik seperti cara menjual mobil yang baru diterima, mengamankan aset, dan urusan bisnis lainnya. Aktivitas ini dilakukan hampir setiap hari dan seharian.

Reaksi Keras Menkeu Purbaya

Mendengar laporan itu, Purbaya langsung berang. Dia merasa ancaman tegas yang telah disampaikan berkali-kali kepada seluruh pegawai di bawah Kementerian Keuangan ternyata tidak ditanggapi serius.

Baca juga :  Messi Tetap Dipanggil ke Skuad Argentina untuk Piala Dunia 2026 Meski Cedera, Ini Daftar Lengkapnya

“Jadi saya baru tahu, walaupun kita sudah menggebrak-gebrak, masih ada di bawah seperti ini. Artinya mereka tidak peduli, dianggapnya saya main-main,” kata Purbaya dengan nada kesal.

Purbaya langsung mengeluarkan ancaman tegas kepada seluruh pegawai DJBC dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP): “Hari Senin ke depan kalau ada yang ketemu begini lagi, gue akan pecat. Walaupun katanya pecat pegawai negeri susah, saya akan pecat, saya persulit hidupnya.”

Dia juga mengkritik cara mereka berpakaian: “Masa nongkrong di Starbucks, berpakaian seragam? Enggak kira-kira lu. Kalau mau itu (nongkrong) yang sopan-sopan dikit lah, paling enggak tidak kelihatan.”

Tindakan Tegas Sebelumnya

Ancaman Purbaya bukanlah omong kosong. Beberapa waktu lalu, Purbaya sudah membuktikan keseriusannya dengan memecat 26 pegawai pajak yang terbukti melakukan penyelewengan.

“Pak Dirjen (Pajak) sudah memecat, yang lain-lain belum ada sampai sekarang. Ke depan kita akan bersihkan aparat pajak maupun bea cukai dari praktek-praktek yang mungkin kurang baik,” kata Purbaya dengan tegas.

Purbaya menegaskan, integritas lembaga adalah prioritas utama: “Kalau ada macam-macam ya gak ada ampun.”

Layanan “Lapor Pak Purbaya” Dibanjiri Pengaduan

Untuk menggali informasi langsung dari masyarakat, Purbaya meluncurkan layanan pengaduan bernama “Lapor Pak Purbaya” melalui WhatsApp dengan nomor 0822-4040-6600.

Dalam waktu singkat, respons masyarakat sangat tinggi. Sejak diluncurkan hingga Jumat (17/10/2025), layanan ini telah menerima 15.933 pengaduan, dengan 13.285 di antaranya sedang dalam proses verifikasi.

Baca juga :  Gus Fahrur PBNU: Kurban Pakai APBN Sah Asal Transparan, Jangan untuk Pencitraan

Purbaya menegaskan bahwa keamanan data pelapor terjamin. Tidak ada pegawai DJBC dan DJP yang dapat mengakses isi laporan sehingga tidak ada risiko kebocoran informasi.

Komitmen Perbaikan Kinerja

Purbaya mengungkapkan bahwa walaupun pihaknya sering menerima laporan bagus dari para pemimpin di bawahnya, kenyataan di lapangan berbeda. Oleh karena itu, masukan dari masyarakat sangat berharga.

“Ini kan jadi kelihatan bahwa kalau mereka lapor bagus-bagus terus, ternyata di lapangannya begini. Nah ini yang justru kita minta masukkan dari teman-teman masyarakat semua biar kita betulin pelan-pelan,” tuturnya.

Purbaya meminta masyarakat untuk aktif melapor jika menemukan hal berikut:

  • Pegawai DJBC atau DJP tidak melayani dengan baik
  • Kelakuan pegawai yang menyimpang dari tugas seharusnya
  • Praktik-praktik yang tidak sesuai dengan kode etik ASN

Peran Penting DJBC dan DJP untuk Negara

Langkah tegas Purbaya dimotivasi oleh peran strategis kedua direktorat ini sebagai ujung tombak penerimaan negara. DJBC dan DJP bertanggung jawab untuk mengumpulkan cukai dan pajak yang menjadi sumber pendapatan negara.

Oleh karena itu, integritas dan disiplin pegawai di kedua instansi itu menjadi kunci untuk memastikan penerimaan negara yang optimal. (Mond)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami