SIMALUNGUN, GEMADIKA.com – Kepedulian sosial dari pemerintah menjadi harapan besar bagi Tiamis br Silitonga (61), seorang janda tua yang rumahnya hangus terbakar pada 20 September 2025 lalu. Kini, rumah tempat tinggalnya di Huta III Wonosari, Nagori Sordang Bolon, Kecamatan Ujung Padang, Kabupaten Simalungun, hanya tersisa puing-puing akibat amukan si jago merah.
Karena kondisi rumahnya tidak lagi layak huni, Tiamis bersama keluarganya terpaksa menumpang di rumah warga sekitar sambil menanti bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun, khususnya melalui program bedah rumah.
“Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak,” ungkap warga sekitar menggambarkan nasib yang menimpa Tiamis. Musibah kebakaran itu datang tiba-tiba tanpa sempat menyelamatkan harta benda berharga.
Sudah lebih dari satu bulan berlalu sejak kejadian, namun hingga kini Tiamis mengaku belum menerima bantuan untuk perbaikan rumahnya. Ia berharap adanya perhatian dari Pemkab Simalungun karena kondisi saat ini sangat memprihatinkan.
Warga Nagori Sordang Bolon, Herman Manurung, turut menyampaikan keprihatinannya atas lambannya respon pemerintah daerah terhadap warganya yang tertimpa musibah.
“Kami sangat menyayangkan respon Pemerintah Kabupaten Simalungun yang terkesan kurang peduli dan lambat memperhatikan masyarakat yang terkena musibah,” ujar Herman.
“Ini bukan hal sepele. Ini menyangkut nasib warga Simalungun yang benar-benar membutuhkan bantuan. Kami berharap Bupati Simalungun bisa berkunjung langsung ke lokasi dan memberikan bantuan kepada korban kebakaran,” tambahnya.
Herman juga menegaskan bahwa pemerintah perlu lebih cepat tanggap, karena Tiamis Silitonga adalah warga Simalungun yang jelas-jelas membutuhkan uluran tangan.
Sementara itu, Hendri Siahaan, anak dari Tiamis Silitonga, mengungkapkan bahwa sejauh ini keluarga mereka baru menerima bantuan sembako dan pakaian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simalungun.
“Kami memang sudah mendapat bantuan sembako dan pakaian dari BPBD sejak peristiwa itu. Namun, kami sangat berharap pemerintah daerah bisa membantu menyediakan rumah hunian sementara. Untuk membangun rumah baru kami belum sanggup,” ujarnya.
Hendri menambahkan, kondisi ekonomi keluarga saat ini sangat berat. Mereka berharap ada perhatian dan bantuan nyata dari Pemkab Simalungun agar bisa kembali memiliki tempat tinggal yang layak. (Jumaidi)


