GROBOGAN, GEMADIKA.com – Sebuah video unik dari Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan seorang perempuan yang diduga mengalami kesurupan saat didatangi petugas penagih utang dari lembaga pembiayaan informal atau yang kerap disebut bank plecit.
Video yang pertama kali dibagikan oleh akun Instagram @feedgramindo ini dengan cepat menyebar dan menuai beragam reaksi dari warganet, mulai dari yang terhibur hingga yang meragukan keaslian kejadian tersebut.
Teriak, Geram, dan Tertawa di Hadapan Petugas
Dalam rekaman berdurasi pendek itu, seorang perempuan paruh baya tampak duduk di kursi di dalam rumahnya. Ia terlihat berteriak-teriak, menggeram keras, dan tertawa terbahak-bahak ke arah petugas penagihan yang berada di depannya.
Tingkah lakunya yang tidak biasa tersebut membuat suasana di sekitar rumah menjadi ramai dan menarik perhatian tetangga. Beberapa orang terlihat berkumpul di sekitar lokasi kejadian untuk menyaksikan langsung kejadian yang tidak biasa tersebut.
Narasi dalam unggahan menyebutkan bahwa peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba saat petugas penagihan dari bank plecit mendatangi rumahnya untuk menagih tunggakan pembayaran.
“Emak-emak di Purwodadi tiba-tiba kesurupan siluman berang-berang ekor 69 saat ditagih utang bank plecit,” demikian narasi unggahan yang dikutip pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Meski narasi tersebut dibuat dengan gaya satire dan humor, video ini tetap menarik perhatian publik karena fenomena serupa kerap terjadi di masyarakat ketika menghadapi situasi yang menekan.
Petugas Merekam, Tidak Langsung Percaya
Yang menarik dari kejadian ini adalah reaksi para petugas penagihan yang hadir di lokasi. Alih-alih panik atau percaya begitu saja dengan kejadian “kesurupan” tersebut, mereka justru merekam momen itu menggunakan ponsel mereka.
Sikap skeptis petugas ini menunjukkan bahwa mereka menduga kejadian tersebut mungkin sengaja dilakukan untuk menghindari kewajiban pembayaran utang. Namun, belum ada konfirmasi resmi apakah kejadian tersebut benar-benar kesurupan atau hanya akting semata.
Video yang direkam oleh petugas tersebut kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial, termasuk Instagram, Twitter (X), Facebook, dan TikTok. Dalam hitungan jam, unggahan tersebut telah ditonton ribuan kali dan menuai ribuan komentar dari warganet.
Warganet Banjir Komentar Jenaka dan Skeptis
Seperti biasa, warganet Indonesia tidak pernah kehabisan komentar kreatif dan jenaka. Kolom komentar di unggahan video tersebut dipenuhi berbagai tanggapan yang menghibur.
“Coba digelitikin pasti ketawa.. atau tungguin aja pasti lama-lama capek juga,” komentar salah seorang warganet dengan nada jenaka.
Ada juga yang menyoroti kelakuan unik perempuan tersebut dengan gaya khas netizen Indonesia. “Adaaaaaa aja kelakuan random orang Indonesia. Ini kalo beritanya sampe terdengar ke negara lain gimana ya?” tulis akun lainnya.
“Ya Allah selalu ada aja kelakuan emak-emak di Konoha ini bikin ngakak,” timpal warganet lain sambil menyindir dengan referensi anime populer.
Namun, tidak sedikit pula yang meragukan keaslian kejadian tersebut. Beberapa warganet menduga bahwa perempuan tersebut hanya berpura-pura kesurupan untuk menghindari tagihan utang.
“Tunggu sampai malam, kuat gak dia pura-pura kesurupan,” tulis salah satu netizen dengan nada sinis namun tetap lucu.
Fenomena “Kesurupan” Saat Ditagih Utang
Kejadian serupa sebenarnya bukan yang pertama kali terjadi di Indonesia. Di berbagai daerah, tak jarang ditemukan kasus di mana seseorang tiba-tiba “kesurupan” atau mengalami gangguan kesehatan mendadak saat didatangi penagih utang.
Fenomena ini kerap menjadi perdebatan, apakah benar-benar kejadian supranatural ataukah hanya strategi untuk menunda atau menghindari pembayaran utang. Beberapa ahli psikologi menyebutnya sebagai bentuk mekanisme pertahanan diri (defense mechanism) dari tekanan psikologis yang ekstrem.
Di sisi lain, budaya masyarakat Indonesia yang masih kental dengan kepercayaan mistis membuat fenomena semacam ini masih dianggap wajar dan bahkan dipercaya oleh sebagian kalangan.





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan