MEDAN, GEMADIKA.com – Hujan deras yang mengguyur Sumatera Utara sejak akhir pekan lalu telah menimbulkan bencana dahsyat. Sebanyak 221 kejadian bencana tercatat dalam empat hari terakhir, menelan 43 korban jiwa dan melukai puluhan warga. Yang lebih mengkhawatirkan, 88 orang masih dalam pencarian intensif di tengah kondisi medan yang sulit.

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) langsung mengerahkan kekuatan besar untuk operasi penyelamatan. Tidak kurang dari 1.030 personel diterjunkan ke lokasi-lokasi terdampak yang tersebar di 12 kabupaten/kota di Sumut sejak Minggu (24/11) hingga Rabu (27/11/2025).

“Polri memaksimalkan seluruh kekuatan dari tingkat Polsek hingga Polda untuk menyelamatkan warga dan mempercepat penanganan di titik-titik terdampak. Fokus utama kami adalah evakuasi, pencarian korban, dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko, Jumat (28/11/2025).

Tapanuli Utara Terparah, Sibolga Darurat

Berdasarkan data terkini hingga Kamis (27/11) pukul 12.30 WIB, rangkaian bencana yang melanda meliputi 119 longsor, 90 banjir, 10 pohon tumbang, dan 2 angin puting beliung. Dampaknya sangat memprihatinkan: total 212 korban jiwa dengan rincian 43 meninggal dunia, 81 luka-luka, 88 masih dalam proses pencarian, serta 1.168 warga terpaksa mengungsi.

Polres Tapanuli Utara mencatat kondisi paling kritis dengan 54 kejadian bencana. Wilayah ini kehilangan 41 warga, 31 orang masih hilang, dan 134 jiwa mengungsi. Kondisi tak kalah genting juga terjadi di Sibolga dengan 11 kejadian longsor yang menelan 61 korban jiwa dan 47 orang masih dalam pencarian.

Sementara itu, Polres Langkat menangani 27 kejadian dengan jumlah pengungsi terbanyak mencapai 750 orang. Wilayah lain yang juga terdampak signifikan antara lain Tapanuli Selatan dengan 20 kejadian longsor (17 meninggal, 73 luka-luka, 500 pengungsi), Pakpak Bharat dengan 24 kejadian longsor (2 meninggal), Mandailing Natal dengan 12 kejadian (400 pengungsi), dan Padang Sidempuan dengan 13 kejadian (1 meninggal, 120 pengungsi).

Operasi Kemanusiaan Skala Besar

Untuk mempercepat penanganan, Polri melakukan langkah-langkah strategis mencakup pembersihan akses jalan yang tertutup material longsor, evakuasi korban dari lokasi terisolir, operasi pencarian korban hilang, pelayanan kesehatan darurat, pemasangan jaringan komunikasi darurat Starlink untuk wilayah terputus, hingga pengaturan lalu lintas agar distribusi bantuan lancar.

Tim gabungan yang dikerahkan terdiri dari 545 personel Satuan Kewilayahan (Satwil), 121 personel Direktorat Sabhara dan Lalu Lintas (Ditsamapta), 345 personel Satuan Brigade Mobil (Satbrimob), 8 personel Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Bid TIK), serta 11 personel Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes).

Kapolda Sumut bersama pejabat utama juga turun langsung ke lokasi untuk memimpin operasi kemanusiaan. Polri terus memperluas titik pengungsian bersama Pemerintah Daerah, mendirikan dapur umum, dan telah mengirim enam truk bantuan logistik ke Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara.

Helikopter Dikerahkan, Cuaca Masih Ekstrem

Mengingat medan yang semakin sulit dan cuaca yang belum membaik, Polri akan mendatangkan helikopter Bantuan Operasi (BKO) dari Markas Besar Polri untuk evakuasi udara dan distribusi logistik ke wilayah-wilayah terisolir.

“Cuaca hingga kini masih didominasi hujan intensitas tinggi dengan potensi longsor susulan akibat curah hujan ekstrem beberapa hari terakhir,” jelas Trunoyudo.

Hasil analisa situasi terbaru menunjukkan empat wilayah tambahan turut terdampak, yakni Kabupaten Langkat, Kota Padang Sidempuan, Kabupaten Nias Selatan, dan Kabupaten Serdang Bedagai. Kabar menggembirakan datang dari Tapanuli Selatan, di mana dua korban ditemukan selamat meski dalam kondisi luka.

Trunoyudo menegaskan, seluruh jajaran Korps Bhayangkara berada dalam status kesiapsiagaan penuh. Dengan dukungan lintas satuan dan koordinasi erat dengan pemerintah daerah, Polri memastikan penanganan bencana dilakukan cepat, terukur, dan berkelanjutan demi mempercepat pemulihan masyarakat.

“Kami mengajak pemerintah daerah, relawan, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang terdampak. Operasi kemanusiaan ini membutuhkan kolaborasi penuh,” pungkasnya.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami