GEMADIKA.comKerajaan Kahuripan adalah salah satu kerajaan Hindu-Buddha di Jawa Timur yang berdiri pada abad ke-11. Kerajaan ini didirikan oleh Raja Airlangga pada 1019 sebagai kelanjutan dari Kerajaan Mataram Kuno periode Jawa Timur (Kerajaan Medang).

Ibu kota kerajaan terletak di Kahuripan, dekat lembah Gunung Penanggungan, sekitar wilayah Sidoarjo sekarang. Kerajaan ini berumur sangat pendek dan Raja Airlangga menjadi satu-satunya penguasa yang pernah memerintah.

Berdiri dari Kehancuran Kerajaan Medang

Sejarah berdirinya Kerajaan Kahuripan dapat ditelusuri dari peristiwa runtuhnya Kerajaan Medang. Pada 1016, ibu kota Kerajaan Medang di Watan (sekitar Madiun sekarang) diserang oleh Raja Wurawari dari Lwaram, sekutu Kerajaan Sriwijaya.

Raja Dharmawangsa Teguh yang berkuasa antara 985-1017 tewas dalam pertempuran. Airlangga, keponakan sekaligus menantu Dharmawangsa Teguh, berhasil menyelamatkan diri ke hutan bersama abdinya, Narottama.

Karena Kerajaan Medang telah hancur, ia membangun kerajaan baru di Watan Mas. Pada 1032, Raja Airlangga memindahkan ibu kota ke Kahuripan setelah diserang musuh.

Masa Kejayaan dan Pembangunan

Pada awal berdirinya, wilayah kekuasaan kerajaan hanya meliputi Sidoarjo, Pasuruan, dan sebagian Mojokerto. Sebagian besar masa pemerintahan Raja Airlangga dipenuhi peperangan untuk menaklukkan kembali wilayah-wilayah yang pernah melepaskan diri dari Kerajaan Medang.

Dari Prasasti Pucangan, diketahui bahwa antara 1029-1037, Raja Airlangga menyerang semua musuh yang memiliki andil dalam runtuhnya Kerajaan Medang bersama Raja Wurawari. Setelah semua musuh ditaklukkan, sang raja memusatkan perhatian untuk membangun kerajaan.

Kemajuan pada masa pemerintahannya terlihat dari pesatnya pembangunan, termasuk bendungan, pelabuhan, dan jalan. Raja Airlangga juga meringankan beban pajak rakyat yang sering terkena musibah.

Akhir Kerajaan: Dibagi Demi Hindari Perang Saudara

Persoalan muncul ketika anak laki-laki Dharmawangsa Teguh, Sri Samarawijaya, menuntut haknya. Untuk menghindari konflik, Raja Airlangga memutuskan membagi Kerajaan Kahuripan pada 1045.

Kerajaan Jenggala yang ibu kotanya di Kahuripan diberikan kepada putranya, Mapanji Garasakan. Sementara Kerajaan Panjalu atau Kediri yang berpusat di Daha diberikan kepada Sri Samarawijaya.

Peristiwa pembagian kekuasaan ini menandai akhir pemerintahan Kerajaan Kahuripan. Setelah turun takhta, Airlangga memilih menjadi pertapa hingga wafat pada 1049. Dengan begitu, Airlangga menjadi pendiri sekaligus satu-satunya raja Kerajaan Kahuripan.

Peninggalan Kerajaan Kahuripan

Beberapa peninggalan Kerajaan Kahuripan yang masih dapat ditemukan hingga kini:

  • Candi Belahan
  • Candi Semar Jalatunda
  • Prasasti Kamalagyan
  • Prasasti Pucangan
  • Prasasti Pamwatan
  • Prasasti Cane
  • Prasasti Baru
  • Prasasti Terep
  • Kitab Arjunawiwaha

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami