SLEMAN, GEMADIKA.com – Kecelakaan tragis terjadi di perlintasan kereta api wilayah Prambanan, Kabupaten Sleman, Selasa (4/11/2025), sekitar pukul 10.35 WIB.

Kereta Api Bangunkarta jurusan Jombang-Jakarta menabrak satu unit mobil Toyota Calya berwarna oranye dan dua sepeda motor yang tengah melintas di perlintasan. Akibat benturan keras, tiga orang meninggal dunia di lokasi, sementara empat lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Kapolsek Prambanan Kompol Dede Setiyarto membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan, tabrakan terjadi ketika sejumlah kendaraan melintas dari arah utara ke selatan, bersamaan dengan laju kereta dari timur ke barat.

“Informasi awal, kendaraan pertama truk, diikuti mobil Calya dan dua sepeda motor. Untuk kronologinya masih kami dalami, termasuk posisi palang pintu saat kejadian,” ujar Dede di lokasi kejadian.

Tujuh Korban, Tiga Meninggal Dunia

Dede menambahkan, total korban mencapai tujuh orang. Empat di antaranya berada di dalam mobil, yakni pasangan suami istri beserta dua anak balita. Sementara tiga korban lainnya adalah pengendara sepeda motor.

Korban yang meninggal dunia merupakan para pengendara motor, yakni dua orang yang berboncengan dan satu pengendara sendirian. Ketiga korban tewas ditemukan tergeletak di lokasi kejadian dengan kondisi mengenaskan akibat benturan keras dengan lokomotif kereta.

Keempat korban yang berada di dalam mobil Toyota Calya mengalami luka-luka dan langsung mendapat pertolongan medis. Mereka segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan intensif.

Baca juga :  Istri di Bantul Nekat Serang Suami Saat Tidur, Motif Diduga Dipicu Perselingkuhan

Saksi Mata: Palang Tidak Ditutup

Yesi, warga sekitar yang menyaksikan kejadian secara langsung, mengungkapkan bahwa palang perlintasan tidak tertutup saat kereta akan melintas. Ia juga tidak mendengar bunyi sirine yang biasanya memberikan peringatan kepada pengendara.

“Dari arah timur, kereta sudah klakson terus. Nah, saya lihat arah barat itu palangnya nggak ditutup. Palang kereta masih terbuka, tapi suaranya nggak ada (sirine penanda palang menutup),” kata Yesi.

Yesi mengatakan, dari arah utara terlihat sebuah mobil berwarna merah dan sebuah motor di belakangnya. Kedua kendaraan tersebut tampak tidak menyadari keberadaan kereta yang akan melintas.

“Kejadiannya langsung tabrakan gitu saja. Pengendara masih lalu-lalang, kayaknya nggak lihat ada kereta,” ujarnya.

Menurut Yesi, para pengendara sepertinya tidak sadar ada kereta api yang akan melintas karena tidak ada tanda peringatan yang berfungsi dengan baik.

“Saya nggak mendekat. Kejadiannya di depan mata. Ndredek (gemetar),” ucap Yesi yang masih terguncang setelah menyaksikan kejadian mengerikan tersebut.

KAI Daop 6 Selidiki Penyebab

Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut secara menyeluruh. Tim investigasi dari PT KAI telah turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan mendalam.

“Untuk penyebab dan kronologi lengkap masih dalam pemeriksaan dan penyelidikan. Saat ini, KAI Daop 6 berfokus pada penanganan korban dan pendampingan keluarga untuk seluruh proses yang dibutuhkan,” kata Feni.

Baca juga :  Demi Kejar Pace, Pelari Terobos Lampu Merah di Jogja, Aksinya Picu Amarah Warganet

Pihak KAI Daop 6 Yogyakarta berkomitmen untuk memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban dan memastikan proses penyelidikan berjalan secara profesional dan transparan. Mereka juga akan mengklarifikasi dugaan gangguan teknis pada sistem palang perlintasan yang menjadi sorotan saksi mata.

Dugaan Gangguan Teknis Palang

Sejumlah saksi mata menyebutkan bahwa palang perlintasan tidak sempat menutup saat kereta melintas. Ada dugaan kuat bahwa sistem pengaman perlintasan sedang mengalami gangguan teknis saat kejadian terjadi.

Perlintasan kereta api di Prambanan tersebut merupakan perlintasan berpalang yang seharusnya dilengkapi dengan sistem peringatan otomatis berupa sirine dan palang penutup.

Namun, berdasarkan kesaksian warga, kedua sistem pengaman tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya saat kecelakaan terjadi.

Polisi dan pihak PT KAI kini tengah melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan apakah ada kelalaian dalam pemeliharaan sistem keamanan perlintasan atau faktor lain yang menyebabkan tragedi ini terjadi.

Suasana di lokasi kejadian sempat mencekam dan panik. Sejumlah warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut masih terguncang, sementara tim medis dan petugas kepolisian bekerja cepat untuk menangani para korban dan mengamankan lokasi kejadian.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami