GEMADIKA.com – Hujan kerap membuat sebagian orang merasa galau atau mengalami perubahan suasana hati. Fenomena ini ternyata bukan sekadar perasaan, tetapi dibuktikan melalui sejumlah penelitian ilmiah. Salah satunya dipublikasikan dalam jurnal Science, yang mengungkap bahwa sekitar sembilan persen orang termasuk dalam kelompok yang tidak menyukai hujan. Kelompok ini cenderung lebih mudah marah dan kurang bahagia ketika curah hujan meningkat.
Penelitian lain juga menunjukkan bahwa cuaca hujan membuat orang lebih sering menuliskan hal-hal bernada negatif di media sosial. Hal ini berkaitan dengan perubahan suasana hati yang dipicu oleh kondisi lingkungan sekitar.
Psikolog klinis asal San Fransisco, Tecsia Evans, menjelaskan bahwa ada sebagian orang yang lebih rentan merasa sedih atau kesepian saat cuaca mendung. Namun, hujan sebenarnya tidak secara langsung membuat seseorang merasa galau. Perasaan tersebut muncul akibat situasi yang menyertai turunnya hujan. (dilansir dari hellosehat)
Salah satunya adalah berkurangnya paparan cahaya karena seseorang memilih untuk berada di dalam kamar atau menutup tirai. Padahal, berbagai studi menyebutkan bahwa paparan cahaya dapat meningkatkan serotonin, yaitu senyawa di otak yang memengaruhi rasa bahagia.
Selain itu, hujan deras turut membatasi aktivitas. Kegiatan seperti olahraga, bertemu teman, atau rutinitas lain menjadi terhambat sehingga memicu rasa lelah dan sedih. Tingginya kelembapan udara saat hujan juga berpengaruh pada tubuh, karena dapat menimbulkan rasa kantuk dan menurunkan konsentrasi.
Cuaca mendung dan hujan yang turun sepanjang hari pun menimbulkan kesan bahwa hari terasa lebih singkat dan kurang menyenangkan. Kombinasi faktor-faktor ini membuat hujan sering dianggap sebagai pemicu suasana hati yang murung.
Hujan Tak Selalu Bikin Galau
Dampak hujan terhadap mood tidak sama pada setiap orang. Sejumlah faktor ikut memengaruhi, mulai dari jenis kelamin hingga kondisi mental. Misalnya, pria cenderung memiliki mood yang lebih stabil saat hujan karena lebih fleksibel terhadap perubahan rencana.
Sebaliknya, bagi seseorang yang tengah mengalami depresi, hujan bisa memperburuk gejala yang dirasakan. Mood baru membaik ketika cuaca kembali cerah. Faktor lingkungan juga berperan. Orang yang tinggal di daerah dengan curah hujan tinggi biasanya lebih terbiasa dan tidak terlalu terpengaruh oleh cuaca. Namun, bagi mereka yang terbiasa dengan cuaca cerah dan matahari terik, hujan lebih berpotensi memengaruhi suasana hati.
Sejumlah aktivitas ringan dapat dilakukan untuk menjaga mood tetap positif saat hujan. Psikolog Tecsia menyarankan agar tetap aktif bergerak dan berinteraksi agar tidak larut dalam perasaan galau. Beberapa kegiatan yang bisa dicoba antara lain berendam air hangat, memasak bersama keluarga, bermain game, melakukan olahraga ringan, membersihkan rumah, merawat diri, hingga mendengarkan musik atau menonton film. Aktivitas-aktivitas sederhana ini dinilai mampu membantu mengalihkan emosi negatif dan membuat suasana hati lebih stabil meski cuaca mendung. (*)




