ASAHAN, GEMADIKA.com – Aksi pencurian Tandan Buah Segar (TBS) di areal PTPN IV Kebun Tinjowan kembali memicu kekerasan. Seorang petugas keamanan PT Jaya Wira Manggala (PT JWM), Crisnawan, mengalami luka serius setelah dikeroyok tiga pria yang diduga mencuri TBS. Peristiwa itu terjadi di Jalan Mahoni, Desa Suka Makmur, Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan, pada Rabu pagi sekitar pukul 06.40 WIB.
Berawal dari Teguran, Berakhir dengan Serangan Brutal
Menurut keterangan korban, insiden terjadi saat ia melakukan patroli rutin di Blok 13 V, Kebun Tinjowan. Ia melihat tiga pria Riswanto alias Jidut, Mahar Efendi alias Golap, dan Andika tengah memuat TBS yang diduga hasil curian.
Crisnawan kemudian menegur mereka. Namun ketiganya kabur ke arah Desa Suka Makmur. Tak lama kemudian, mereka kembali dan langsung menghadang korban. Keributan pun terjadi. Dalam situasi itu, Riswanto diduga membacok tangan kanan korban, sementara Andika dan Mahar Efendi melempari korban dengan batu dan tanah hingga menyebabkan luka di kaki.
Korban Lapor Polisi, Kasus Naik Penyidikan
Meski terluka, Crisnawan tetap melaporkan kejadian tersebut ke Polres Asahan. Kepolisian menerima laporan dan menaikkan kasus ke tahap penyidikan. Korban kini menjalani perawatan lebih lanjut.
Dari Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL), polisi menangani perkara ini sebagai dugaan tindak pidana pengeroyokan sebagaimana diatur Pasal 170 KUHP dan ketentuan UU Nomor 1 Tahun 1946.
PTPN IV Minta Pelaku Segera Ditangkap
Manajer PTPN IV Kebun Tinjowan, Abdi Hendri Sinaga, melalui Asisten Kepala Tanaman Sahrul Saragih, menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut.
“Kami sangat berharap Aparat Penegak Hukum segera menangkap para pelaku dan memberikan sanksi tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.
Pihak manajemen juga mengimbau karyawan serta masyarakat sekitar kebun untuk melaporkan apabila mengetahui adanya aksi pencurian TBS atau aktivitas kriminal lainnya.
Ancaman Pencurian TBS Jadi Sorotan
Kasus ini kembali menyoroti maraknya pencurian TBS di kawasan perkebunan yang kerap berujung pada tindakan kekerasan. Selain merugikan perusahaan, tindakan nekat pelaku seringkali membahayakan nyawa petugas di lapangan. Polres Asahan kini memburu para terduga pelaku, sementara petugas keamanan diminta meningkatkan kewaspadaan. (S. Hadi Purba)





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan