GROBOGAN, GEMADIKA.com – Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan program ketahanan pangan. Salah satu langkah konkret yang kini dijalankan adalah pengembangan peternakan ayam petelur yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Rejosari.
Peternakan ayam petelur tersebut dibangun di lokasi yang cukup jauh dari permukiman warga. Penempatan ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi dampak bau limbah ternak, sehingga tetap ramah lingkungan dan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.
Petugas BUMDes Rejosari, Edi Sumanto, saat ditemui Tim Media Gemadika.com menjelaskan bahwa peternakan ayam petelur ini memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan protein masyarakat.

“Telur merupakan salah satu sumber protein yang sangat dibutuhkan masyarakat. Berdasarkan analisis yang kami lakukan, masih terdapat kekurangan asupan protein di masyarakat, dan salah satu solusinya adalah melalui ketersediaan telur,” jelas Edi Sumanto.
Ia menambahkan, saat ini usia ayam petelur yang dikelola masih sekitar 15 minggu, sehingga produksi telur masih terbatas. “Saat ini baru satu hingga dua ekor ayam yang mulai bertelur. Umumnya ayam akan mulai bertelur secara optimal pada usia sekitar 18 minggu,” ungkapnya kepada tim Media Gemadika pada Selasa (23/12/2025).
Jumlah ayam petelur yang berada di kandang saat ini mencapai 600 ekor. Untuk pemasaran hasil produksi telur, BUMDes Rejosari memprioritaskan penyaluran ke MBG (Makan Bergizi Gratis) yang berada di Desa Rejosari. Apabila terdapat kelebihan produksi atau kuota MBG terpenuhi, telur akan dipasarkan melalui paguyuban petelur.
Edi Sumanto juga berharap adanya dukungan penuh dan berkelanjutan dari Pemerintah Desa Rejosari terhadap program ketahanan pangan ini. “Pemerintah desa sejauh ini terus mendukung, dan kami berharap ke depan dukungan tersebut tetap berlanjut, termasuk dari sisi penganggaran agar tidak mengalami penurunan dibandingkan tahun ini,” pungkasnya.
Program peternakan ayam petelur ini diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi desa sekaligus menjamin ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat Rejosari. (Joko P)




