JAKARTA, GEMADIKA.com – Memilih pakaian untuk menghadiri wawancara kerja, bertemu klien, atau sekadar menjalani kencan pertama ternyata bukan hanya soal penampilan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa cara seseorang berpakaian dapat memengaruhi kesan pertama yang terbentuk di benak orang lain.

Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Personality and Social Psychology Review. Peneliti menjelaskan bahwa pakaian merupakan salah satu unsur penting dalam pembentukan persepsi sosial, meskipun selama ini penelitian psikologi lebih banyak menyoroti ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan penampilan fisik.

Saat bertemu seseorang untuk pertama kali, otak tidak hanya memproses wajah dan ekspresinya, tetapi juga informasi visual dari pakaian yang dikenakan. Dari sinilah berbagai penilaian awal terbentuk, baik secara sadar maupun tidak sadar.

  1. Menunjukkan Identitas dan Peran Sosial

Pakaian sering kali menjadi petunjuk mengenai identitas seseorang, mulai dari profesi, latar belakang budaya, kelompok sosial, hingga gaya hidup.

Seragam menjadi contoh yang paling mudah dikenali. Jas dokter, seragam polisi, atau pakaian koki dapat langsung memberi gambaran mengenai profesi seseorang bahkan sebelum mereka memperkenalkan diri.

Baca juga :  Psikolog Ungkap 4 Tanda Anak Mengalami Anxious Attachment, Orang Tua Perlu Waspada

Selain itu, pilihan busana juga dapat menjadi bentuk ekspresi identitas, misalnya melalui pakaian tradisional, atribut komunitas tertentu, atau gaya berpakaian yang khas.

  1. Menggambarkan Aktivitas atau Tujuan

Orang juga cenderung menebak aktivitas seseorang berdasarkan pakaian yang dikenakannya.

Setelan formal umumnya diasosiasikan dengan rapat, wawancara kerja, atau acara resmi. Sebaliknya, pakaian olahraga sering dikaitkan dengan aktivitas fisik atau gaya hidup aktif.

Dalam psikologi sosial, pakaian menjadi salah satu petunjuk visual yang membantu memperkirakan situasi, peran, atau tujuan seseorang. Meski demikian, penilaian tersebut belum tentu selalu tepat karena dipengaruhi oleh konteks.

  1. Mencerminkan Status Sosial

Penelitian juga menunjukkan bahwa pakaian sering dijadikan dasar untuk menilai status sosial maupun kondisi ekonomi seseorang.

Kualitas bahan, potongan pakaian, aksesori, hingga merek tertentu dapat membentuk persepsi apakah seseorang berasal dari kelompok ekonomi tertentu.

Menariknya, penelitian menemukan bahwa bahkan anak-anak mampu memperkirakan status sosial seseorang hanya dari kondisi pakaian yang terlihat baru, rapi, atau sebaliknya sudah usang.

  1. Menampilkan Selera Estetika
Baca juga :  Kate Middleton Tampil Kasual Saat Dukung Pangeran William di Ajang Polo Amal 2026

Cara seseorang memadukan warna, motif, model, hingga aksesori juga menjadi dasar penilaian mengenai selera estetika.

Orang dapat dianggap rapi, kreatif, sederhana, modis, atau berani bereksperimen hanya berdasarkan gaya berpakaiannya.

Namun, penilaian ini bersifat subjektif karena dipengaruhi oleh preferensi pribadi, budaya, serta tren yang sedang berkembang.

Kesan Pertama Tidak Hanya Ditentukan Pakaian

Meski pakaian memiliki pengaruh besar terhadap kesan pertama, peneliti menegaskan bahwa persepsi seseorang tidak hanya dibentuk oleh busana.

Ekspresi wajah, bahasa tubuh, cara berbicara, situasi saat bertemu, hingga pengalaman pribadi orang yang menilai juga turut memengaruhi bagaimana seseorang dipersepsikan.

Dengan kata lain, pakaian memang menjadi sinyal awal dalam membentuk kesan pertama. Namun, penilaian tersebut akan berkembang seiring interaksi yang lebih lama dan lebih mendalam.

Dilansir dari Kompascom.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami