GROBOGAN, GEMADIKA.com – Suasana meriah menyelimuti Kantor Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, pada Minggu (21/12/2025) siang. Ratusan warga memadati area festival yang menggabungkan dua kegiatan sekaligus: Festival Kuliner “Markijan” (Mari Kita Jajan) dan “Pelemanis” (Pelayanan Malam Masyarakat Humanis).
Acara yang diinisiasi oleh pemuda dari Desa Bugel dan Desa Godong ini sukses menghadirkan puluhan pelaku UMKM lokal sekaligus memberikan layanan publik gratis kepada masyarakat. Mulai dari perpanjangan STNK dan SIM, donor darah, pemeriksaan kesehatan, hingga layanan KB tersedia lengkap di lokasi.
Tri, perwakilan dari Kecamatan Godong, menjelaskan bahwa festival ini dirancang dengan tujuan ganda yang saling melengkapi.
“Ada 2 kegiatan, festival kuliner dan Pelemanis (Pelayanan Malam Masyarakat Humanis). Ada perpanjangan STNK, SIM, donor darah, pemeriksaan kesehatan, dan pelayanan KB. Tujuannya yang di festival untuk mendongkrak ekonomi dan mengenalkan produknya BUMDes ke masyarakat,” ujarnya.
Berbagai produk unggulan BUMDes dipamerkan dalam festival ini. Mulai dari telur asin hasil ternak bebek petelur, beragam olahan lele marinasi, hingga produk inovatif dari kebun pisang seperti keripik pisang dan sale pisang. Semua dipajang menarik untuk memperkenalkan potensi ekonomi lokal kepada masyarakat luas.
Yang menarik, layanan pembuatan KTP juga disediakan khusus untuk pelajar SMA yang kesulitan mengurus dokumen di pagi hari karena jadwal sekolah. “Prodak dari BUMDes ada bebek petelur jadi jual telur asin, macam-macam olahan lele (marinasi), kebun pisang jadi olahan dari pisang (keripik, sale). Anak-anak SMA wajib membuat KTP, karena kalau pagi kan sekolah, jadi kita mempermudah masyarakat khususnya untuk anak-anak sekolah juga, lalu untuk masyarakat yang mau memperpanjang SIM dan STNK,” tambah Tri.
Ia berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat dan memudahkan akses pelayanan publik.
Persiapan Matang dalam Waktu Singkat
Muhammad Mustakim, Ketua Panitia Event Markijan dan Pelemanis, mengungkapkan bahwa kesuksesan acara ini merupakan hasil kerja keras seluruh panitia meski waktu persiapan sangat terbatas.
“Persiapan seluruh acara dilakukan dalam waktu singkat, yaitu hanya satu bulan,” kata Mustakim. Namun keterbatasan waktu tidak menyurutkan semangat pemuda kedua desa untuk mengangkat potensi UMKM lokal sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Untuk menjaga kualitas dan kuantitas penjualan, panitia menerapkan strategi pembatasan peserta. Setiap jenis kuliner yang sama hanya boleh diwakili maksimal dua pedagang. Langkah ini terbukti efektif menjaga persaingan sehat dan memastikan semua pedagang mendapat kesempatan menjual dengan optimal.
Antusiasme Tinggi, Dagangan Ludes Sejak Sore
Suasana Pedangan o

Antusiasme masyarakat terhadap festival ini sangat luar biasa. Bahkan sejak hari sebelum acara berlangsung, beberapa pedagang sudah kehabisan stok makanan pada pukul 3 sore. “Antusiasme pedagang dan pengunjung sangat tinggi; sejak hari sebelumnya, stok makanan sudah banyak yang habis pada jam 3 sore,” ungkap Mustakim.
Festival kuliner ini menyajikan beragam menu tradisional hingga modern yang menggugah selera. Di antaranya adalah Bebek Madura dengan Nasi Jagung Madura, Timplo Solo yang legendaris, Mie Kopyok khas Semarang, Puli Pecel yang gurih, hingga jajanan kekinian yang digemari anak-anak.
Tidak hanya menjual produk, para pedagang juga mendapatkan sertifikasi halal untuk menjamin keamanan pangan bagi konsumen. Langkah ini menunjukkan keseriusan panitia dalam menghadirkan festival yang berkualitas dan terpercaya.
Melihat kesuksesan yang diraih, Mustakim optimis acara serupa bisa digelar kembali di masa mendatang. Dukungan penuh dari pihak Kecamatan Godong menjadi modal kuat untuk mewujudkan festival kuliner berkelanjutan yang bermanfaat bagi ekonomi masyarakat.
“Melihat kesuksesan dan dukungan dari pihak kecamatan, kami berharap kegiatan festival kuliner seperti ini dapat diselenggarakan kembali di masa mendatang,” tutup Mustakim dengan penuh harapan.
Festival Markijan dan Pelemanis ini membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, pemuda, dan pelaku UMKM dapat menciptakan kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun pelayanan publik.




