TOKYO, GEMADIKA.com – Gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,5 magnitudo mengguncang wilayah utara Jepang pada Senin malam (8/12), melukai sedikitnya 30 orang dan memicu kepanikan massal. Ribuan warga harus mengungsi setelah bencana alam yang juga memicu tsunami setinggi 70 sentimeter ini.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan gempa berpusat di lepas pantai timur Prefektur Aomori pada pukul 23.15 waktu setempat dengan kedalaman 54 kilometer. Guncangan kuat dirasakan hingga ke wilayah Hokkaido dan sekitarnya, menyebabkan kerusakan infrastruktur serta pemadaman listrik di sejumlah area.

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengonfirmasi jumlah korban luka dalam konferensi pers pada Selasa pagi (9/12). Ia juga memperingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dalam beberapa hari ke depan.

“Tolong dengarkan informasi dari JMA atau pemerintah lokal dalam sepekan ini, dan bersiap untuk dievakuasi jika kalian merasakan guncangan,” kata Takaichi seperti dikutip dari AFP.

Korban dan Dampak Bencana

Akibat ancaman bahaya lanjutan, sebanyak 28 ribu warga disarankan untuk segera dievakuasi dari rumah mereka. Sejumlah media Jepang melaporkan pusat-pusat pengungsian yang didirikan pemerintah setempat sudah dipenuhi warga yang mencari tempat berlindung aman.

JMA memperingatkan kemungkinan besar akan terjadi sejumlah gempa susulan dengan kekuatan signifikan dalam beberapa hari mendatang, sehingga masyarakat diminta tetap dalam kesiagaan tinggi.

KBRI Tokyo Imbau WNI Tetap Waspada

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo segera mengeluarkan imbauan kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Jepang untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.

Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui akun Instagram pada Selasa, KBRI Tokyo mengingatkan bahwa gempa bumi merupakan fenomena alam yang kerap terjadi di Jepang, sehingga WNI perlu tetap siaga dan mengikuti protokol keselamatan yang ada.

Hingga Selasa pagi pukul 08.30 waktu setempat, KBRI menyatakan belum menerima laporan adanya WNI yang menjadi korban atau terdampak langsung gempa tersebut.

Jalur Komunikasi Darurat

WNI yang menghadapi situasi darurat atau membutuhkan bantuan dapat menghubungi Hotline KBRI Tokyo di nomor +81-80-3506-8612 dan +81-80-4940-7419, atau Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Osaka di +81-80-3113-1003.

Pemerintah Jepang telah mengaktifkan Gugus Tugas pada Crisis Management Center di kantor Perdana Menteri. Cabinet Office dan Japan Meteorological Agency (JMA) terus mengeluarkan pembaruan informasi serta peringatan kewaspadaan terkait potensi gempa susulan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Jepang, yang terletak di Cincin Api Pasifik, merupakan salah satu negara paling rawan gempa di dunia dengan catatan ribuan gempa kecil hingga besar terjadi setiap tahunnya. Sistem peringatan dini dan protokol evakuasi yang canggih menjadi bagian penting dari kesiapsiagaan masyarakat Jepang menghadapi bencana alam.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami