JAKARTA, GEMADIKA.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menghijau pada perdagangan Rabu (18/12/2025) pagi, menjelang momen penting pengumuman suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate) hari ini. Penguatan ini mencerminkan sikap optimis pelaku pasar di tengah spekulasi arah kebijakan moneter.
Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG langsung naik 0,31% ke level 8.713. Penguatan terus berlanjut hingga pukul 09.10 WIB, IHSG menguat 32,154 poin atau 0,37% mencapai level 8.718,623.
Pergerakan Indeks Utama
Sejumlah indeks utama juga ikut menguat pada perdagangan pagi ini. Indeks LQ45 yang berisi 45 saham dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar naik tipis 0,04% menjadi 854,7. Sementara itu, IDX LQ45 LCL mencatat kenaikan 0,14% ke level 115,798.
Indeks IDX30 yang terdiri dari 30 saham unggulan juga bergerak positif dengan penguatan 0,14% mencapai level 438,672. Adapun IDX80 menguat lebih tipis sebesar 0,06% ke posisi 133,828.
Sektor Kesehatan Memimpin Penguatan
Penguatan IHSG di awal perdagangan didukung oleh mayoritas indeks sektoral yang bergerak di zona hijau. Sektor dengan kinerja terbaik adalah IDX Sektor Kesehatan yang melesat 2,81% di perdagangan pagi ini, menjadi penggerak utama penguatan bursa.
Sektor-sektor lain yang ikut menguat meliputi IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer, IDX Sektor Energi, IDX Sektor Infrastruktur, IDX Sektor Barang Baku, dan IDX Sektor Perindustrian yang menunjukkan performa positif.
Selanjutnya, IDX Sektor Barang Konsumen Primer, IDX Sektor Properti dan Real Estate, serta IDX Sektor Transportasi dan Logistik juga turut mencatat penguatan meski dengan persentase yang lebih moderat.
Sektor Teknologi Melemah
Di sisi lain, tidak semua sektor bergerak positif. IDX Sektor Teknologi menjadi sektoral dengan pelemahan terdalam setelah turun 0,22% di perdagangan pagi ini. Sektor ini diikuti oleh IDX Sektor Keuangan yang juga mencatat pelemahan tipis.
Top Gainers dan Losers LQ45
Dari kelompok saham unggulan LQ45, beberapa emiten mencatatkan kenaikan signifikan di awal perdagangan. Top gainers LQ45 pagi ini dipimpin oleh:
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melesat 2,69%, menjadi saham dengan kenaikan tertinggi
- PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) naik 2,60%, menunjukkan optimisme di sektor ritel
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menguat 2,30%, mengikuti tren positif sektor tambang
Sementara itu, beberapa saham justru menjadi penghuni top losers LQ45 pagi ini:
- PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) melemah paling dalam dengan penurunan 3,06%
- PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) turun 2,26%
- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) terkoreksi 1,48%
Rekomendasi Ekonom: Pertahankan BI-Rate
Penguatan IHSG terjadi menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung hari ini. Pasar menantikan keputusan penting terkait arah kebijakan suku bunga acuan atau BI-Rate yang akan sangat memengaruhi sentimen pasar keuangan.
Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Teuku Riefky, merekomendasikan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga kebijakan pada level 4,75% dalam RDG terakhir tahun 2025.
Rekomendasi ini didasarkan pada pertimbangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah potensi peningkatan tekanan inflasi musiman menjelang akhir tahun. Periode akhir tahun biasanya ditandai dengan peningkatan konsumsi masyarakat yang dapat mendorong inflasi.
“Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Bank Indonesia perlu mempertahankan suku bunga kebijakan pada level 4,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur terakhir tahun 2025, sembari tetap waspada dan siap mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah,” ujar Riefky dalam analisisnya, Rabu (18/12/2025).
Inflasi Terkendali Namun di Kisaran Atas
Riefky menyoroti bahwa meskipun inflasi umum melambat menjadi 2,72% secara tahunan (year-on-year/y.o.y) pada November 2025, turun dari 2,86% pada bulan sebelumnya, tingkat inflasi tersebut masih berada di kisaran atas target Bank Indonesia sebesar 1,5–3,5%.
Posisi inflasi yang mendekati batas atas target menjadi salah satu alasan mengapa kebijakan moneter perlu tetap berhati-hati. Pemangkasan suku bunga yang terlalu cepat berpotensi mendorong inflasi kembali naik dan memberikan tekanan pada nilai tukar rupiah.
Sentimen Pasar Positif
Penguatan IHSG di awal perdagangan mencerminkan sikap wait and see yang optimistis dari pelaku pasar. Investor tampaknya mengantisipasi bahwa Bank Indonesia akan mengambil keputusan yang tepat dalam menjaga keseimbangan antara mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas makroekonomi.
Kinerja sektor kesehatan yang melonjak signifikan juga menunjukkan rotasi sektor yang dilakukan investor, mencari peluang di sektor-sektor yang dinilai memiliki prospek baik di akhir tahun.
Pasar saham Indonesia kini menantikan pengumuman resmi Bank Indonesia terkait keputusan BI-Rate yang akan diumumkan hari ini. Keputusan tersebut akan menjadi katalis penting bagi arah pergerakan IHSG dan pasar keuangan domestik dalam waktu dekat.
Pelaku pasar juga tetap mencermati perkembangan global, termasuk kebijakan moneter The Federal Reserve AS dan dinamika geopolitik yang dapat memengaruhi sentimen pasar regional.




