BANDA ACEH, GEMADIKA.com – Kabar baik datang dari Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Jembatan darurat di Beutong yang dibangun menggantikan jembatan utama rusak akibat banjir bandang kini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua, Jumat (12/12/2024).
“Alhamdulillah jembatan darurat Beutong sudah bisa dilalui kendaraan roda dua,” kata Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin di Banda Aceh, dilansir Antara.
Jembatan utama Beutong Ateuh Banggalang sebelumnya putus diterjang banjir bandang dan longsor, memutus akses vital antara Kabupaten Nagan Raya dengan Kabupaten Aceh Tengah. Kondisi ini melumpuhkan mobilitas warga dan distribusi logistik di kedua wilayah.
Solusi Cepat dari BPJN
Merespons kondisi darurat, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh segera membangun jembatan sementara di Desa Blang Beurandeh, Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Pembangunan jembatan darurat ini menjadi langkah pemulihan awal sambil menunggu perbaikan jembatan permanen.
Aktivitas Ekonomi Kembali Bergerak
Setelah jembatan darurat dapat dilalui, Murthala menyampaikan bahwa aktivitas ekonomi warga mulai pulih. Banyak masyarakat dari Aceh Tengah yang kembali berniaga ke Nagan Raya hingga Meulaboh, Aceh Barat.
“Banyak masyarakat Aceh Tengah menjual cabai ke Nagan Raya dan Meulaboh,” ujarnya.
Sebaliknya, warga Aceh Tengah juga memanfaatkan akses yang terbuka untuk berbelanja bahan makanan.
“Mereka (warga Aceh Tengah) belanja bahan makanan di Meulaboh dan Nagan Raya, umumnya mereka membawa beras pada saat kembali ke Takengon,” lanjutnya.
Pemulihan Pascabencana
Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada akhir November 2024 mengakibatkan kerusakan infrastruktur di sejumlah titik. Jalur penghubung Aceh Tengah dan Nagan Raya menjadi salah satu yang paling terdampak.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus mempercepat penanganan dampak bencana. Selain perbaikan infrastruktur, upaya pemulihan juga fokus pada penanganan warga terdampak dan pemulihan ekonomi lokal.
Pembangunan jembatan darurat diharapkan menjadi langkah awal mengembalikan konektivitas dan aktivitas masyarakat seperti sediakala.




