BANGKALAN, GEMADIKA.com — Sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap pembangunan daerah, DPRD Kabupaten Bangkalan melalui Komisi III yang membidangi infrastruktur dan pembangunan terus melakukan monitoring lapangan. Kali ini, anggota Komisi III meninjau langsung pengerjaan tambal sulam jalan menggunakan aspal coldmix di ruas Jalan Soekarno Hatta, tepatnya di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Kamis (18/12/2025).

Kunjungan lapangan tersebut dilakukan bukan sekadar seremonial, melainkan sebagai instrumen penting untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan, baik dari aspek kualitas pekerjaan, ketepatan waktu, maupun penggunaan anggaran.

Kwalitas Aspal di cek langsung oleh Komisi III DPRD Bangkalan dan di dampingi Bidang Bina Marga PUPR Bangkalan

Ketua Komisi III DPRD Bangkalan, Reza Teguh Wibowo, mengatakan pihaknya sengaja turun langsung ke lokasi proyek untuk melakukan verifikasi fisik terhadap progres pekerjaan di lapangan.
“Kami melakukan kunjungan langsung ke titik proyek untuk memverifikasi progres pekerjaan secara fisik,” ujarnya.

Menurut Reza, monitoring ini juga bertujuan menilai kesesuaian antara pekerjaan di lapangan dengan dokumen perencanaan. Hal tersebut mencakup aspek teknis, penggunaan material, hingga pemenuhan standar mutu yang telah ditetapkan.
“Ini sekaligus untuk melihat secara detail kesesuaian hasil di lapangan dengan perencanaan, termasuk aspek teknis dan standar kualitas,” ungkapnya.

Ia menegaskan, kegiatan monitoring menjadi penting untuk mendorong percepatan sekaligus peningkatan kualitas pengerjaan tambal sulam jalan, mengingat waktu pelaksanaan sudah mendekati akhir tahun anggaran.
“Kami berharap pekerjaan ini dimaksimalkan dari sisi kualitas dan ketepatan waktu. Karena ini sudah menginjak akhir tahun, kami khawatir tidak selesai,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Bangkalan, Guntur Setiyadi, menjelaskan bahwa monitoring yang dilakukan Komisi III DPRD Bangkalan merupakan hal yang wajar sebagai bentuk pengawasan mitra kerja.
“Monitoring dari mitra kami Komisi III DPRD Bangkalan untuk melihat pelaksanaan kegiatan tambal sulam ini merupakan hal yang wajar,” katanya.

Guntur menyebutkan, kegiatan tambal sulam jalan tersebut menelan anggaran sekitar Rp1,3 miliar dan digunakan untuk menangani jalan berlubang di seluruh wilayah Kabupaten Bangkalan.
“Pekerjaan ini mencakup wilayah Kota Bangkalan hingga kecamatan-kecamatan seperti Klampis, Geger, Tanah Merah, Galis, Labang, dan Kwanyar,” pungkasnya.

Ia menambahkan, jenis aspal yang digunakan dalam kegiatan tambal sulam disesuaikan dengan tingkat kerusakan serta konstruksi awal jalan.
“Untuk tambal sulam di wilayah perkotaan menggunakan aspal coldmix, sedangkan di beberapa lokasi seperti Kecamatan Galis menggunakan aspal lapen,” jelasnya.

(Nardi)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami