Video yang menunjukkan detik-detik menegangkan itu diunggah oleh akun Instagram @lbj_jakarta. Dalam rekaman berdurasi singkat tersebut, terlihat dua petugas keamanan tengah berjaga dengan tenang di dekat portal lingkungan.
Namun, ketenangan itu tiba-tiba buyar ketika beberapa orang tak dikenal mendekat dengan niat jahat. Kedua petugas langsung berlari menjauh saat menyadari ada bahaya yang mengancam.
Tak lama kemudian, terlihat seseorang melemparkan cairan ke arah mereka. Yang membuat miris, area yang terkena siraman cairan itu langsung diselimuti asap putih tebal, menguatkan dugaan bahwa cairan tersebut adalah air keras atau zat korosif berbahaya lainnya.
“Berdasarkan rekaman kamera CCTV, terlihat dua orang pelaku mendatangi lokasi dan menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah seorang warga yang saat itu sedang berjaga di pintu portal keamanan,” tulis keterangan akun Instagram @lbj_jakarta.
Polisi Turun Tangan, Lakukan Penyelidikan
Kapolsek Pulogadung, Komisaris Suroto, segera mengonfirmasi kejadian yang menghebohkan warga tersebut. Ia memastikan pihaknya telah turun ke lapangan untuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.
“Untuk saat ini masih penyelidikan, sudah dilakukan pengecekan TKP di Jalan Raya Bekasi, Jatinegara Kaum, Pulogadung,” jelas Suroto saat dikonfirmasi, Jumat (26/12/2024).
Peristiwa mengerikan ini terjadi pada Kamis malam, 25 Desember 2024, sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, dua petugas keamanan bernama Teguh Purwadi (56) dan Zaenudin (55) tengah menjalankan tugas rutin mereka menjaga keamanan lingkungan di sekitar portal RW 04.
Kronologi Lengkap: Teror Dimulai Dini Hari
Berdasarkan keterangan dari korban dan rekonstruksi yang dilakukan polisi, ternyata aksi penyiraman air keras ini merupakan puncak dari serangkaian teror yang dimulai sejak dini hari.
Suroto menjelaskan, sekitar pukul 04.30 WIB dini hari, tiga sepeda motor yang masing-masing dibonceng tiga orang melintas di depan portal. Mereka kemudian berhenti di seberang jalan dan mulai melakukan provokasi.
“Sekira pukul 04.30 WIB melintas tiga sepeda motor yang berbonceng tiga, berhenti di seberang pintu portal sambil berteriak dan mengejek dan meledek (provokasi) kearah portal RW 04,” ucap Suroto.
Melihat situasi yang semakin mengancam, Teguh dan Zaenudin dengan sigap menutup dan mengunci pagar portal. Keduanya kemudian mundur ke arah rumah warga untuk mencari perlindungan dan menghindari kemungkinan terburuk.
Keputusan mereka untuk mundur ternyata tepat. Pasalnya, para pelaku tidak hanya membawa mulut, tapi juga senjata tajam yang siap digunakan kapan saja.
“Menurut keterangan Teguh dan Zaenudin melihat ada yang membawa senjata tajam jenis corbek dan celurit serta adanya siraman air yang diduga sebagai air keras karena berasap saat mengenai aspal,” ungkap Suroto.
Pemandangan asap putih yang mengepul dari aspal yang terkena siraman cairan tersebut menjadi bukti kuat bahwa zat yang digunakan memang berbahaya dan bersifat korosif.
Untung Tidak Ada Korban Luka
Dalam kejadian yang hampir memakan korban jiwa ini, untungnya kedua petugas keamanan berhasil menyelamatkan diri. Tidak ada luka fisik yang mereka derita, meski trauma psikologis tentu tak bisa dihindari.
Setelah para pelaku meninggalkan lokasi, Teguh dan Zaenudin segera menghubungi Ketua RW 04 bernama Supriyono untuk melaporkan insiden yang baru saja mereka alami.
“Selanjutnya Teguh dan Zaenudin, menghubungi ketua RW. Kejadian tersebut tidak ada korban luka maupun korban jiwa, atas kejadian tersebut tidak ada laporan resmi ke Polsek Pulogadung,” tuturnya.
Meski belum ada laporan resmi yang masuk ke kepolisian, pihak Polsek Pulogadung tetap proaktif menangani kasus ini mengingat viralnya video di media sosial dan potensi bahaya yang mengancam keamanan warga.
Polisi Kumpulkan Bukti Tambahan
Hingga berita ini diturunkan, tim penyidik Polsek Pulogadung masih terus mendalami kasus ini. Mereka mengumpulkan berbagai keterangan dari saksi mata dan menganalisis rekaman CCTV dari beberapa titik di sekitar lokasi kejadian.
Rekaman kamera pengawas menjadi bukti penting yang akan membantu polisi mengidentifikasi para pelaku. Dari video yang beredar, terlihat jelas aksi para pelaku, meski wajah mereka masih perlu diidentifikasi lebih lanjut.
Kasus penyiraman air keras ini mengingatkan pada sejumlah kasus serupa yang pernah terjadi di Jakarta. Aksi brutal semacam ini tidak hanya mengancam keselamatan korban, tapi juga meresahkan masyarakat luas.
Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait identitas para pelaku untuk segera melapor ke Polsek Pulogadung atau melalui saluran pengaduan yang tersedia. Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang harus dijaga dengan baik.




