TOBA, GEMADIKA.com – Meski menghadapi pemotongan anggaran Dana Desa hingga 50 persen, semangat warga Desa Ombur, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, tidak surut untuk terus membangun desanya. Hal itu terlihat jelas dalam pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang Desa) Tahun Anggaran 2027 yang digelar pada Senin (19/1/2026).

Forum strategis ini menjadi wadah penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk merumuskan prioritas pembangunan yang akan dilaksanakan tahun depan. Musrenbang Desa kali ini mengangkat hasil pembahasan dari tingkat dusun yang telah didokumentasikan dengan baik, untuk kemudian dibahas dan disepakati bersama di tingkat desa.

Kepala Desa Ombur, Ober Simanjuntak, membuka acara dengan penuh semangat. Ia mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta musyawarah.

“Rapat ini akan membahas rencana pembangunan desa berdasarkan skala prioritas. Kita harus kompak dan bersatu demi kemajuan Desa Ombur,” tegasnya di hadapan puluhan warga yang hadir.

Ober tidak menutup-nutupi tantangan berat yang dihadapi desanya. Dana Desa Ombur mengalami penurunan anggaran hingga separuhnya. Namun, pemerintah desa tidak tinggal diam. Mereka akan gencar mengusulkan bantuan pembangunan ke berbagai tingkatan pemerintahan, mulai dari Kabupaten, Provinsi, hingga Pusat, baik melalui jalur Musrenbang berjenjang maupun pengajuan proposal langsung.

Tetap Berprestasi Meski Terbatas

Keterbatasan anggaran ternyata tidak menghalangi Desa Ombur meraih berbagai bantuan pemerintah. Tercatat, desa ini telah menerima bantuan 10 unit rumah layak huni, Sarana Air Minum dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, serta beberapa program lainnya yang kini telah berdiri kokoh dan berfungsi dengan baik. Pemerintah desa optimis akan mendapat bantuan lanjutan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan yang belum terakomodasi.

Baca juga :  Usung “Bangkit dan Bermartabat”, Patimah Siapkan Generasi Emas Pantai Labu Baru dan Pemerintahan Desa yang Merakyat

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ombur, Guliman Simanjuntak, dalam sambutannya mengajak warga untuk terus menjaga semangat kebersamaan.

“Masyarakat harus bersedia bekerja sama dan berkoordinasi dengan berbagai pihak. Kita harus bersatu dan harmonis agar siap menerima program pemerintah dengan hati yang riang dan gembira. Bangunan pemerintah yang sudah ada wajib kita rawat dan jaga bersama,” ujarnya penuh semangat.

Fokus ke Koperasi Desa Merah Putih

Camat Silaen, Tumpal Panjaitan, memberikan penjelasan mengapa Dana Desa mengalami pemotongan. Menurutnya, pemerintah saat ini tengah memfokuskan anggaran untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, sehingga berdampak pada pengurangan alokasi Dana Desa.

Di wilayah Kecamatan Silaen sendiri, pemerintah merencanakan pembangunan kantor koperasi di atas lahan seluas 1.000 meter persegi.

“Menyikapi pengurangan anggaran, desa harus proaktif mengusulkan proposal pembangunan dari tingkat daerah hingga ke tingkat pusat. Mudah-mudahan seluruh program pembangunan dapat diwujudkan dan terealisasi dengan cepat,” imbau Tumpal.

Camat berharap ada dukungan penuh dari seluruh warga terhadap Pemerintah Desa Ombur agar pembangunan dapat terlaksana secara tepat guna dan tepat sasaran.

Pertanian Jadi Tumpuan Hidup

Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian, Victor Manurung, turut hadir memberikan penjelasan tentang program-program pertanian dan mekanisme pengajuan bantuan beserta persyaratannya. Di Desa Ombur terdapat empat kelompok tani aktif, yaitu Kelompok Tani Galung, Kelompok Tani Batuhoda, Kelompok Tani Laccang, dan Kelompok Tani Tapian Nauli.

Baca juga :  Tragis! 2 Karyawan Toko HP di Batu Bara Tewas Diduga Keracunan Gas Genset saat Tidur di Ruangan Tertutup

Sebagai desa yang didominasi usaha pertanian, mayoritas masyarakat Ombur menggantungkan hidupnya dari sektor ini.

“Silakan usulkan permintaan bantuan handtraktor, Jalan Usaha Tani, bibit jagung dan bawang dan bantuan lainnya ke Dinas Pertanian Kabupaten Toba maupun ke Provinsi,” ujarnya.

Victor juga memberikan penyuluhan singkat seputar teknik pengolahan tanah, pemilihan jenis tanaman yang tepat, penanganan penyakit tanaman akibat perubahan iklim, hingga penggunaan obat-obatan dan pestisida yang aman. Ia menegaskan siap dipanggil kapan saja jika petani menghadapi masalah di lahan mereka.

Usulan Prioritas untuk Masa Depan

Hasil Musrenbang Desa Ombur Tahun Anggaran 2027 akan diperjuangkan dalam Musrenbang Kecamatan Silaen. Beberapa usulan prioritas yang telah disepakati meliputi pembukaan jalan baru, pembangunan jalan usaha tani, bantuan pupuk dan bibit pertanian, penanganan bencana longsor, bantuan peralatan dan obat-obatan kesehatan, serta berbagai bantuan pemerintah lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Rapat Musrenbang berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan. Berbagai pertanyaan dari peserta dijawab dengan lugas oleh pimpinan musyawarah. Seluruh hadirin berharap usulan prioritas dapat direalisasikan secara berjenjang oleh pemerintah daerah maupun pusat, demi kemajuan Desa Ombur yang lebih baik. (Jamarlin Saragih)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami