GROBOGAN, GEMADIKA.com – Semangat gotong royong warga bersama TNI di Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan, semakin tak terbendung. Pada Sabtu (31/01/2026), program Karya Bakti Mandiri (KBM) yang digagas Kodim 0717/Grobogan menunjukkan progres yang sangat signifikan.

Tidak hanya fokus pada infrastruktur jalan, program ini juga menyentuh perbaikan fasilitas umum dan sanitasi warga.

Pengerjaan jalan rabat beton yang menjadi sasaran utama terus dikebut. Dengan percepatan pengerjaan rata-rata mencapai 24 meter per hari, kini jalan desa tersebut sudah terealisasi sepanjang 230 meter dari total target 400 meter.

Artinya, tinggal menyisakan kurang lebih 170 hingga 180 meter lagi untuk merampungkan jalur vital tersebut.

Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Rejosari, Heryanto, mengapresiasi kecepatan kerja hasil kolaborasi warga dan TNI. Spesifikasi jalan yang dibangun pun tidak main-main, dengan lebar 3 meter dan ketebalan 15 sentimeter, jalan ini diproyeksikan tahan lama.

Baca juga :  Pemdes Karangrejo Sosialisasikan Program Gas Jateng 5 Persen dan Bayar Pajak Tanpa KTP

“Panjangnya 400 meter. Ini 10 hari sudah dapat 200… 30-an [meter]. Tinggi 0,15 sentimeter [meter], lebarnya 3 meter,” jelas Heryanto kepada media Gemadika.

Tak Cuma Jalan: Musola hingga Jamban Juga Dibangun

Selain akses jalan yang mulus, KBM di Desa Rejosari juga menyasar pembangunan fasilitas fisik lainnya yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Berdasarkan data di lapangan, tim gabungan juga tengah menyelesaikan pembangunan 5 unit jamban sehat, 2 pos kamling, dan renovasi 2 musola.

Hal ini selaras dengan pernyataan Babinsa Desa Rejosari, Serka Kartiko, yang menegaskan bahwa program ini dirancang komprehensif untuk kesejahteraan rakyat, terutama bagi mereka yang kurang mampu.

Baca juga :  400 Nahdliyin Muda Batang Gelar Mubes, Serukan Muktamar untuk Umat Bukan Perebutan Jabatan

“Tujuan KBM itu bertujuan satu mensejahterakan warga masyarakat yang membutuhkan karena apa, program KBM ini pembangunan jalan termasuk pembangunan perbaikan musola, pos kamling, dan MCK untuk keluarga yang belum mampu,” ujar Serka Kartiko kepada media Gemadika.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Serka Kartiko menambahkan, rampungnya seluruh target fisik ini diharapkan membawa efek domino positif. Jalan yang bagus akan memperlancar arus ekonomi keluar-masuk desa, sementara fasilitas umum yang layak akan meningkatkan kualitas hidup dan keamanan lingkungan.

“Harapan kami dengan adanya KBM ini masyarakat bener-bener merasa memiliki karena jalannya sudah dibangun. Dan ekonomi semakin meningkat, karena apa jalannya baik. Jadi ekonomi keluar masuknya itu lebih lancar, begitu,” pungkasnya. (Mond)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami