JAKARTA, GEMADIKA.com – Keributan yang melibatkan pasangan suami istri di dalam KRL Commuter Line viral di media sosial setelah sebuah video amatir memperlihatkan percekcokan yang diduga dipicu persoalan orang ketiga atau pelakor.
Peristiwa tersebut terjadi di dalam perjalanan Commuter Line Cikarang Nomor 5179B relasi Cikarang–Kampung Bandan pada Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 20.25 WIB.
Dalam video yang beredar, seorang perempuan yang diduga istri tampak meluapkan emosinya kepada perempuan lain yang dituding sebagai penyebab keretakan rumah tangganya. Suasana di dalam gerbong sempat memanas hingga menarik perhatian para penumpang.
“A* lu pelakor. Calon jablay, pelakor. Gara-gara elu anak gue…” teriak perempuan tersebut dalam video yang viral di media sosial.
Seorang pria yang diduga merupakan suami berusaha menenangkan situasi.
“Eh udah, udah,” ucap pria tersebut sambil melerai.
Melihat keributan semakin memanas, petugas keamanan KAI Commuter bersama sejumlah penumpang segera turun tangan untuk melerai pertikaian agar tidak mengganggu kenyamanan perjalanan.
Diturunkan di Stasiun Bekasi Timur
Public Relation Manager KAI Commuter, Leza Arlan, membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, petugas segera mengamankan kedua pihak dan menurunkan mereka di Stasiun Bekasi Timur untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Setelah dimintai keterangan, diketahui bahwa keributan dipicu oleh persoalan rumah tangga.
“Usai dimintai keterangan oleh petugas di pos pengaman stasiun, bahwa kegaduhan dipicu oleh permasalahan keluarga (suami-istri),” ujar Leza dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).
Kedua penumpang kemudian diberikan pembinaan dan peringatan agar tidak mengulangi perbuatan yang dapat mengganggu ketertiban di lingkungan KRL maupun area stasiun.
“Atas kejadian ini, kedua pengguna diberikan peringatan untuk tidak melakukan kegaduhan lagi baik di dalam Commuter Line atau stasiun,” tambahnya.
KAI Commuter Imbau Penumpang Menjaga Ketertiban
KAI Commuter mengingatkan seluruh pengguna jasa transportasi untuk menjaga ketertiban serta menghormati kenyamanan penumpang lain selama berada di area stasiun maupun di dalam kereta.
Perusahaan juga mengimbau agar setiap persoalan pribadi tidak diselesaikan di ruang publik karena berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan perjalanan penumpang lainnya.
“Mari bersama kita saling menghormati dan menjaga kenyamanan pengguna lainnya saat berada di dalam perjalanan Commuter Line,” tutup Leza.
Dilansir dari Detiknews.


