Pernyataan tersebut dinilai tidak mencerminkan tanggung jawab seorang pejabat strategis di bidang kepegawaian.
Dinilai Cuci Tangan dan Hindari Tanggung Jawab
Ketua Harian Sinergi Muda Mamasa, Ryan Mewa’, menilai pernyataan Baso justru menunjukkan sikap cuci tangan dan menghindari tanggung jawab institusional BKPP.
“Pernyataan Kepala BKPP sangat mengecewakan. Ia seolah melempar seluruh persoalan kepada pimpinan, padahal BKPP adalah institusi teknis yang seharusnya menjamin setiap kebijakan kepegawaian berjalan sesuai aturan dan sistem merit,” tegas Ryan, Sabtu (24/1/2026).
BKPP Bukan Tukang Stempel
Menurut Ryan, Kepala BKPP tidak bisa hanya bersembunyi di balik istilah “kewenangan pimpinan” tanpa menjelaskan dasar hukum, prosedur, serta urgensi administratif dari kebijakan tersebut kepada publik.
“BKPP bukan tukang stempel. Kepala BKPP wajib memastikan setiap mutasi atau pergeseran jabatan dilakukan secara profesional, transparan, dan bebas dari kepentingan tertentu. Kalau hanya bilang ‘itu kebijakan pimpinan’, lalu apa fungsi BKPP?” lanjutnya.
Ryan menekankan bahwa sebagai lembaga teknis yang menangani kepegawaian, BKPP memiliki tanggung jawab untuk menjelaskan setiap kebijakan secara terbuka kepada masyarakat, bukan sekadar menjalankan perintah tanpa dasar yang jelas.
Berpotensi Rusak Kepercayaan Publik
Sinergi Muda Mamasa juga mengingatkan bahwa sikap seperti ini berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap birokrasi dan mencederai prinsip good governance.
“Kami mendesak BKPP Mamasa untuk lebih terbuka dan bertanggung jawab. Jangan jadikan pimpinan sebagai tameng setiap kali kebijakan menuai kritik. Publik berhak tahu apakah keputusan ini benar-benar sesuai aturan atau justru sarat kepentingan,” tutup Ryan Mewa’.




