POLEWALI MANDAR, GEMADIKA.com – Dugaan keracunan yang menimpa 15 siswa SDN 010 Paku, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, menuai sorotan keras dari Bidang Lingkungan Hidup BADKO HMI Sulawesi Barat.
Para siswa sebelumnya dilarikan ke Puskesmas Binuang setelah mengalami gejala pusing, mual, lemas, serta gangguan pencernaan sesaat setelah menyantap paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sejumlah siswa bahkan harus mendapat penanganan infus di Unit Gawat Darurat akibat kondisi yang mengkhawatirkan.
Ketua Bidang Lingkungan Hidup BADKO HMI Sulbar, Muhammad Arif, menilai insiden tersebut sebagai peringatan serius bagi pemerintah daerah dan mitra pelaksana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Binuang.
“Ini bukan sekadar insiden biasa. Ini menyangkut keselamatan generasi kita. Kalau 15 anak sudah tumbang, lalu apa lagi yang ditunggu? Pemerintah kabupaten tidak boleh berlindung di balik alasan investigasi tanpa tindakan konkret. Dapur yang diduga bermasalah harus segera ditutup,” tegas Muhammad Arif.
Soroti Dugaan Kelalaian SOP
Menurutnya, terdapat dugaan kelalaian dalam pengawasan serta kepatuhan terhadap petunjuk teknis dan standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan dapur MBG.
Ia juga mengkritik mitra SPPG di Binuang yang dinilai kurang memperhatikan standar higienitas dan sanitasi. Muhammad Arif menegaskan bahwa kelalaian dalam pengelolaan dapur bukan hanya pelanggaran administratif, tetapi juga berpotensi mengabaikan hak anak atas makanan yang aman dan layak konsumsi.
BADKO HMI Sulawesi Barat mendesak Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar untuk tidak hanya melakukan klarifikasi administratif, tetapi juga mengambil langkah tegas berupa penghentian sementara operasional SPPG yang diduga menjadi sumber permasalahan.
Minta APH Turun Tangan
Selain itu, Muhammad Arif meminta Aparat Penegak Hukum (APH) turun tangan mengusut dugaan Kejadian Luar Biasa (KLB) yang dialami para siswa.
“Jika ditemukan unsur kelalaian atau pelanggaran standar keamanan pangan, maka harus ada pertanggungjawaban hukum. Jangan sampai kasus ini menguap tanpa kejelasan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sanksi tegas terhadap pengelola SPPG di Binuang perlu menjadi peringatan bagi seluruh dapur penyedia MBG di Polewali Mandar agar memastikan kepatuhan terhadap regulasi, termasuk standar pengolahan limbah dan sanitasi lingkungan.
Dorong Investigasi Menyeluruh
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait diharapkan segera melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan penyebab insiden, sekaligus menjamin keamanan pelaksanaan program MBG agar tidak kembali menimbulkan korban di kalangan pelajar.
GEMADIKA.com masih berupaya mengonfirmasi keterangan dari pihak Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dan pengelola SPPG terkait kejadian ini guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang.
Penulis : Antyka
Editor : Rini




