JAKARTA, GEMADIKA.com – Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap gaya hidup sehat, muncul tren olahraga baru yang tengah viral di Korea Selatan, yakni slow jogging. Berbeda dengan lari konvensional yang identik dengan kecepatan tinggi dan intensitas berat, slow jogging menawarkan konsep berlari santai yang lebih nyaman dan dapat dilakukan oleh hampir semua kalangan.

Teknik ini dinilai mampu memberikan berbagai manfaat kesehatan tanpa membuat pelakunya cepat kelelahan. Bahkan, selama berlari, seseorang masih dapat berbincang santai tanpa terengah-engah.

Konsep slow jogging pertama kali dikembangkan oleh Profesor Hiroaki Tanaka dari Fukuoka University, Jepang. Metode ini menekankan aktivitas berlari dengan kecepatan sekitar 3 hingga 5 kilometer per jam, atau hampir setara dengan kecepatan berjalan kaki santai.

Melalui pendekatan tersebut, olahraga menjadi lebih mudah dilakukan secara konsisten sehingga memberikan manfaat kesehatan dalam jangka panjang.

Meningkatkan Energi dan Daya Tahan Tubuh

Baca juga :  Benarkah Kopi Bisa Memicu Hipertensi? Ini Penjelasan Ahli Jantung dan Fakta Penelitiannya

Menurut sejumlah pakar kesehatan, slow jogging membantu meningkatkan fungsi mitokondria, yaitu bagian sel yang berperan menghasilkan sekitar 90 persen energi tubuh. Semakin baik fungsi mitokondria, semakin optimal tubuh memanfaatkan oksigen dan mengubah makanan menjadi energi.

Selain itu, aktivitas ini juga merangsang terbentuknya jaringan kapiler baru, yakni pembuluh darah kecil yang berfungsi mengantarkan oksigen ke jaringan otot secara lebih efektif. Dampaknya, daya tahan tubuh meningkat dan rasa lelah saat beraktivitas dapat berkurang.

Manfaatnya Setara Jalan Cepat

Karena dilakukan dengan intensitas ringan, manfaat slow jogging disebut hampir setara dengan jalan cepat. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik ringan namun dilakukan secara rutin mampu menurunkan risiko berbagai penyakit kronis, seperti hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, hingga penyakit jantung.

Bahkan, sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Preventive Medicine menemukan bahwa berjalan cepat selama sedikitnya 15 menit setiap hari dapat menurunkan risiko kematian dini hingga hampir 20 persen. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan mereka yang hanya berjalan lambat.

Baca juga :  Megawati Tegaskan PDIP Sebagai Partai Penyeimbang, Bukan Oposisi terhadap Pemerintahan Prabowo

Cocok untuk Semua Usia

Salah satu keunggulan slow jogging adalah minimnya risiko cedera dibandingkan lari berintensitas tinggi. Karena itu, olahraga ini dinilai cocok dilakukan oleh berbagai kelompok usia, mulai dari pemula, lansia, hingga mereka yang baru memulai gaya hidup aktif.

Selain menjaga kesehatan jantung dan kebugaran tubuh, slow jogging juga dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan suasana hati, serta menjaga berat badan apabila dilakukan secara rutin dan diimbangi pola makan sehat.

Dengan konsep yang sederhana dan tidak membutuhkan kemampuan atletik khusus, slow jogging menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin tetap aktif tanpa harus memaksakan tubuh bekerja terlalu keras.

Dilansir dari CNNIndonesia.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami