GROBOGAN, GEMADIKA.com – 17 Februari 2025 – Banjir yang merendam sejumlah permukiman di wilayah perkotaan Purwodadi pada Senin kemarin menyisakan genangan air, lumpur, serta tumpukan sampah di beberapa titik. Warga pun harus berjibaku membersihkan rumah masing-masing setelah air sempat masuk dan “bertamu” tanpa permisi.
Sejak pagi hari, aktivitas bersih-bersih terlihat di berbagai sudut kampung. Perabot dijemur di bawah matahari, lantai dipel berulang kali, dan selokan dibersihkan agar air cepat surut. Meski lelah, warga tetap berusaha menerima keadaan dengan lapang dada.
Genangan Berubah Jadi Arena Bermain
Di sepanjang Jalan R Suprapto, genangan air justru dimanfaatkan anak-anak dan remaja untuk bermain. Dengan celana digulung dan tawa lepas, mereka membuat kapal-kapalan dari kertas hingga sandal bekas.
“Kapalnya jangan ditabrak, itu kapal ekspedisi!” canda salah satu remaja, disambut gelak tawa teman-temannya.
Pengguna jalan yang melintas ikut tersenyum melihat keceriaan tersebut. Beberapa bahkan berhenti sejenak untuk menyaksikan “lomba kapal” dadakan yang digelar di atas genangan air.
Bagi orang dewasa, banjir mungkin membawa beban pikiran. Namun bagi anak-anak, air yang menggenang adalah petualangan. Mereka tak memikirkan kerugian, tak pula mengeluh. Yang ada hanya kebahagiaan sederhana karena bisa bermain bersama.
Hikmah di Balik Musibah
Meski banjir tetap menyisakan pekerjaan rumah bagi warga, momen itu menjadi pengingat bahwa dalam situasi sulit sekalipun selalu ada ruang untuk bersyukur dan tersenyum.
Sebagian warga menganggap kejadian ini sebagai bagian dari kehendak Tuhan yang harus diterima dengan ikhlas. Sambil membersihkan rumah, mereka juga menikmati suara tawa anak-anak yang memecah suasana.
Di tengah lumpur dan sampah, terselip cerita tentang kebahagiaan yang tak tenggelam.
Penulis : Joko P




