JAKARTA,GEMADIKA.com – PT Hutama Karya (Persero) melakukan perombakan jajaran komisaris dan direksi berdasarkan Keputusan Pemegang Saham tertanggal 13 Februari 2026. Dalam keputusan tersebut, eks Panglima TNI Yudo Margono diberhentikan dengan hormat dari jabatan Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen.
Posisi Komisaris Utama kini dijabat oleh Deni Abdi, sementara Mukri ditunjuk sebagai Komisaris.
Rombak Direksi, Sejumlah Nama Diberhentikan
Pada level direksi, pemegang saham juga memberhentikan Wakil Direktur Utama sekaligus Direktur Operasi I Agung Fajarwanto, serta Direktur Manajemen Risiko Sugiarti.
Perseroan turut melakukan pengalihan tugas Gunadi dari Direktur Operasi II menjadi Direktur Operasi I.
Adapun susunan direksi terbaru Hutama Karya adalah:
Sugeng Rohadi sebagai Wakil Direktur Utama
Mardiansyah sebagai Direktur Operasi II
Padma Dewi Setyowati sebagai Direktur Manajemen Risiko
Iwan Hermawan sebagai Direktur Operasi III
Profil Singkat Yudo Margono
Yudo Margono merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Laut yang pernah menjabat sebagai Panglima TNI pada periode 2022–2023. Sebelum menduduki jabatan tersebut, ia juga menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL).
Penunjukannya sebagai Komisaris Utama Hutama Karya sebelumnya menjadi perhatian publik mengingat latar belakang militernya dan peran strategis BUMN karya dalam pembangunan infrastruktur nasional.
Peran Strategis Hutama Karya
Sebagai BUMN karya, Hutama Karya memiliki peran vital dalam pembangunan infrastruktur nasional, terutama dalam pengembangan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).
Sejumlah ruas tol yang dikerjakan perusahaan menjadi tulang punggung konektivitas di wilayah Sumatera dan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Perombakan manajemen ini dinilai sebagai bagian dari langkah strategis untuk memperkuat tata kelola perusahaan (good corporate governance) serta menjaga kinerja di tengah tantangan pembiayaan dan penyelesaian proyek infrastruktur berskala besar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari manajemen mengenai alasan detail di balik pergantian jajaran komisaris dan direksi tersebut.( Tim Gemadika)




