JAKARTA, GEMADIKA.com – Langkah jitu untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan Islam di Indonesia semakin kuat. Hal ini tercermin dari bergabungnya Persatuan Insinyur Indonesia (PII) untuk menandatangani Kerja Sama Peningkatan Lingkungan dan Keandalan Bangunan Pondok Pesantren.
Kerja sama ini berawal dari kolaborasi profesi arsitek dan ahli konstruksi dalam Deklarasi Mastren di Jawa Timur pada Oktober 2025. Kini, langkah tersebut meluas ke tingkat nasional sebagai upaya memperkuat keandalan dan keberlanjutan infrastruktur pesantren yang tersebar di berbagai daerah.
Tiga lembaga besar yang di pimpin Ar. G. Budi Yulianto (Ketua Umum IAI), Dr. K.H Muchlin Muhsin (Ketua Syuriah MASTREN), dan Dr.-Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie (Ketua Umum PII). menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada hari Selasa, (03/02/26) di Aula PII di Graha Rekayasa Indonesia, Jl. Halimun No. 39, Jakarta.
Ketua Syuriah MASTREN,Dr. K.H Muchlin Muhsin menegaskan bahwa sinergi ini bukan sekadar bantuan teknis, melainkan upaya penguatan tata kelola pembangunan pesantren dari aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan.

“Kerjasama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas bangunan dan lingkungan Pondok Pesantren melalui sinergi berkelanjutan,” ungkapnya.
Dia juga menambahkan, dengan dukungan penuh dari tokoh-tokoh nasional seperti Ilham Akbar Habibie serta para arsitek dan insinyur profesional, gerakan bertajuk “Mewakafkan Profesi” ini diharapkan menjadi motor penggerak transformasi infrastruktur pesantren di seluruh pelosok negeri.
“Harapannya, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung lahirnya generasi unggul,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum PII, Dr.-Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie, menginstruksikan seluruh jajaran PII, mulai dari tingkat pusat hingga daerah kabupaten dan kota, untuk terlibat langsung dalam mendampingi pembangunan pesantren di berbagai wilayah Indonesia.
“Ini adalah bentuk pengabdian nyata. Para arsitek sepakat untuk menghibahkan keilmuan dan profesionalismenya agar pesantren memiliki fasilitas yang layak, aman, dan representatif bagi para santri,” pungkasnya.
Perlu diketahui, Dalam kerja sama ini, MASTREN berperan sebagai jembatan yang menghubungkan dunia pesantren dengan para profesional di bidang arsitektur dan teknik. Sinergi antara MASTREN, PII, dan IAI diharapkan mampu melahirkan standar baru pembangunan fisik pesantren modern dan fungsional, namun tetap berakar pada nilai-nilai luhur tradisi pesantren. (nardi)




