SEMARANG, GEMADIKA.com – Upaya perbaikan lokasi terdampak longsor di kawasan Perum Puri Delta, Ungaran, Kabupaten Semarang, terus dikebut. Pemerintah daerah bersama warga, relawan, dan tim reaksi cepat bahu-membahu melakukan penanganan sementara guna mencegah dampak yang lebih luas.
Kerja bakti dilakukan sejak pagi hari dengan fokus pada pembersihan material longsor, penguatan tebing sementara, serta pembukaan akses jalan yang sempat tertutup tanah dan bebatuan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa gotong royong menjadi kekuatan utama dalam menghadapi bencana. Ia menyebut semangat “Ngopeni Ngelakoni” yang menjadi slogannya harus diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan.
“Gotong royong adalah kekuatan utama kita. Terima kasih untuk semua yang sudah turun tangan. Semoga upaya ini menjadi langkah awal pemulihan. Saudara-saudara kita yang terdampak semoga diberi ketabahan dan keselamatan. Kita tidak sendiri, kita hadapi ini bersama,” tegasnya.
Penanganan Sementara dan Antisipasi Lanjutan

Pemerintah daerah memastikan penanganan darurat terus dilakukan sembari menunggu kajian teknis lanjutan untuk perbaikan permanen. Sejumlah titik rawan masih dalam pemantauan guna mengantisipasi potensi longsor susulan, terutama jika intensitas hujan kembali meningkat.
Relawan dan warga setempat terlihat kompak membersihkan sisa material longsor secara manual. Alat berat juga dikerahkan untuk mempercepat proses normalisasi area terdampak.
Selain penanganan fisik, perhatian juga difokuskan pada keselamatan warga serta distribusi bantuan bagi keluarga yang terdampak langsung.
Solidaritas Jadi Kekuatan
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dan kepedulian sosial dalam menghadapi bencana alam. Sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat menjadi fondasi utama percepatan pemulihan.
Pemerintah Kabupaten Semarang mengimbau warga di sekitar lokasi untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama. (Joko P)




