MAMASA, GEMADIKA.com – Aktivis pendidikan Kabupaten Mamasa, Stenly Gadion Buntukareang, menyoroti kondisi memprihatinkan SDN 007 Botteng, Desa Botteng, Kecamatan Mehalaan, yang kerap meliburkan aktivitas belajar mengajar di luar kalender akademik resmi.

Stenly mendesak Bupati Mamasa dan Dinas Pendidikan setempat untuk segera turun tangan mengatasi persoalan ini.

“Kami mendesak Bupati Mamasa dan Dinas Pendidikan untuk segera turun tangan. Jangan hanya duduk di belakang meja sementara pendidikan di pelosok hancur. Ini menyangkut hak dasar anak-anak kita,” tegas Stenly.

Kondisi SDN 007 Botteng memang memprihatinkan. Banyak siswa harus menempuh perjalanan kaki berkilo-kilometer dengan medan sulit, namun semangat itu sering dipatahkan gerbang sekolah yang sepi tanpa aktivitas.

Salah seorang wali murid mengungkapkan, praktik libur mendadak ini bukan hal baru, melainkan masalah menahun yang sudah dianggap lumrah.

“Bukan cuma kali ini, sudah sering sekali tidak ada guru. Padahal anak-anak kami banyak yang jalan kaki jauh. Kasihan niat belajar mereka terpatahkan karena sekolah kosong,” keluh orang tua siswa.

Stenly menilai perlu ada sanksi tegas bagi oknum pendidik yang mengabaikan tugasnya.

“Pemerintah harus serius mengurusi pendidikan. Jangan sampai niat belajar siswa di pelosok yang begitu besar justru dipadamkan oleh kelalaian birokrasi dan ketidakhadiran guru,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah konkret yang akan diambil untuk mengatasi masalah di SDN 007 Botteng. (Antyka)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami