Grobogan, Gemadika.com – Fenomena astronomi gerhana bulan total terjadi hari ini dan dapat disaksikan oleh masyarakat di seluruh wilayah , mulai dari Indonesia bagian timur hingga barat dengan waktu yang berbeda sesuai zona masing-masing.
Berdasarkan informasi dari , gerhana bulan total berlangsung dalam beberapa tahapan, dimulai dari fase penumbra, parsial, hingga totalitas, sebelum akhirnya kembali ke fase normal.
Jadwal Gerhana Bulan di Tiga Zona Waktu Indonesia
Waktu Indonesia Barat (WIB)
(Meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan Barat)
Gerhana penumbra mulai: 15.42 WIB
Gerhana parsial mulai: 16.49 WIB
Gerhana total mulai: 18.03 WIB
Puncak gerhana: 18.33 WIB
Gerhana total berakhir: 19.03 WIB
Gerhana parsial berakhir: 20.17 WIB
Gerhana penumbra berakhir: 21.24 WIB
Di wilayah Indonesia barat, bulan mulai terlihat saat fase gerhana sudah berlangsung karena terjadi menjelang waktu magrib.

Waktu Indonesia Tengah (WITA)
(Meliputi Bali, NTB, NTT, Sulawesi, Kalimantan Timur dan Selatan)
Penumbra mulai: 16.42 WITA
Parsial mulai: 17.49 WITA
Total mulai: 19.03 WITA
Puncak gerhana: 19.33 WITA
Total berakhir: 20.03 WITA
Parsial berakhir: 21.17 WITA
Penumbra berakhir: 22.24 WITA
Masyarakat di wilayah tengah dapat menyaksikan fase total dengan cukup jelas pada malam hari.
Waktu Indonesia Timur (WIT)
(Meliputi Maluku dan Papua)
Penumbra mulai: 17.42 WIT
Parsial mulai: 18.49 WIT
Total mulai: 20.03 WIT
Puncak gerhana: 20.33 WIT
Total berakhir: 21.03 WIT
Parsial berakhir: 22.17 WIT
Penumbra berakhir: 23.24 WIT
Wilayah Indonesia timur menjadi daerah yang paling lengkap menyaksikan seluruh rangkaian proses gerhana sejak awal hingga akhir.
Fenomena “Bulan Merah” Gerhana bulan total terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus, di mana Bumi berada di tengah sehingga bayangannya menutupi Bulan. Saat fase totalitas, Bulan tampak berwarna merah tembaga atau sering disebut sebagai “Blood Moon”.
Warna merah tersebut muncul akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi sebelum mencapai permukaan Bulan.
Fenomena ini aman untuk dilihat secara langsung tanpa alat pelindung khusus. Namun, untuk mendapatkan hasil pengamatan yang lebih jelas, masyarakat disarankan mencari lokasi terbuka dengan pandangan ke arah timur yang tidak terhalang bangunan maupun pepohonan.
Gerhana bulan total kali ini menjadi momen langka yang dapat dinikmati seluruh masyarakat Indonesia secara bersamaan, meski dengan waktu puncak yang berbeda di tiap wilayah. (Joko P)





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan