REMBANG, GEMADIKA.com – Tradisi sedekah laut di Desa Tasikagung, Rembang, Jawa Tengah, terus hidup dan lestari dari generasi ke generasi. Digelar rutin sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri, perayaan budaya ini tak hanya menjadi wujud syukur masyarakat nelayan, tetapi juga menjelma magnet yang selalu menarik perhatian warga, baik dari dalam maupun luar daerah.
Pada Sabtu (28/3/2026), kemeriahan sedekah laut kembali mewarnai Desa Tasikagung. Sejak pagi, masyarakat berbondong-bondong memadati kawasan desa hingga sepanjang jalan raya untuk menyaksikan rangkaian acara.
Arak-arakan sedekah laut digelar di jalan raya desa dan menjadi daya tarik utama. Berbagai kreasi ditampilkan warga, mulai dari replika kapal berwarna-warni hingga hiasan bertema biota laut. Kirab ini tidak hanya menunjukkan kreativitas, tetapi juga mencerminkan identitas kuat masyarakat pesisir.
Tak hanya warga setempat, pengunjung dari luar daerah juga turut hadir dan memadati sepanjang jalur arak-arakan. Mereka mengabadikan momen sekaligus menikmati suasana meriah yang hanya hadir saat sedekah laut berlangsung.

Memasuki puncak acara, prosesi larung sesaji digelar di laut dengan khidmat. Miniatur perahu yang telah dihiasi kembang setaman, air suci, dan kepala kambing diarak menuju tengah laut, diiringi doa-doa dari tokoh masyarakat dan nelayan. Sesaji tersebut kemudian dilarung sebagai simbol persembahan.
Ritual ini sarat makna filosofis. Melarung kepala kambing atau sapi melambangkan pembersihan diri serta penyatuan manusia dengan alam semesta. Sementara kembang setaman menjadi simbol harapan akan keberkahan, keharuman nama leluhur, serta kekayaan spiritual berupa ilmu dan nasihat.
Masyarakat setempat meyakini sedekah laut bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk ikhtiar untuk menolak bala. Tradisi ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk menjaga kelestarian laut dan menjalin hubungan harmonis dengan alam.
Sedekah laut Desa Tasikagung pun terus bertahan sebagai warisan budaya yang sarat makna, sekaligus menjadi perekat kebersamaan masyarakat pesisir Rembang di tengah perkembangan zaman.




