JAKARTA, GEMADIKA.com – Menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) merilis sejumlah titik rawan kemacetan di ruas Tol Trans Jawa yang perlu diwaspadai para pemudik.
Vice President Corporate Secretary and Legal PT JTT, Ria Marlinda Paallo, menyebut titik-titik rawan ini ditentukan berdasarkan lokasi simpul kepadatan kendaraan — baik karena menjadi pertemuan arus lalu lintas maupun karena menjadi favorit pemudik untuk beristirahat.
“Titik-titik rawan kemacetan itu dikenal sebagai rest area favorit pemudik,” kata Ria, Rabu (11/3/2026).
Titik rawan yang perlu diwaspadai:
| Lokasi | Keterangan |
|---|---|
| KM 48 Tol Jakarta–Cikampek | Titik pertemuan arus, parameter rekayasa lalu lintas |
| Rest Area KM 57A | Favorit pemudik, dekat akses keluar Jakarta |
| Rest Area KM 52B | Titik istirahat favorit pemudik |
| Rest Area KM 62B | Titik istirahat favorit pemudik |
KM 48 menjadi titik krusial karena di sinilah kepolisian menentukan perlu tidaknya rekayasa lalu lintas seperti contraflow atau one way diberlakukan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian, untuk mengantisipasi kepadatan melalui skema buka-tutup rest area jika diperlukan,” ucap Ria.
Armada dan Personel Disiagakan 24 Jam
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Jasamarga menyiapkan armada dan personel tambahan yang berjaga penuh selama periode mudik.
| Ruas | Kendaraan Layanan | Personel |
|---|---|---|
| Jakarta–Cikampek | 29 unit | 181 personel |
| Jakarta–Cikampek Elevated | 8 unit | 24 personel |
| Palimanan–Kanci | 5 unit | 30 personel |
“Personel on call ini selalu siaga selama 24 jam untuk memberikan bantuan ke pengguna jalan, terutama saat terjadi kepadatan atau kondisi darurat selama periode mudik Lebaran,” katanya.
Jasamarga juga menyiapkan layanan top up uang elektronik, penyediaan kartu e-toll, serta petugas sistem jemput bola di gerbang tol untuk mengurai antrean. Rekayasa lalu lintas berupa contraflow dan one way akan diterapkan secara situasional sesuai kondisi di lapangan.




