GROBOGAN, GEMADIKA.com – Kesadaran warga Desa Curut, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan dalam memenuhi kewajiban membayar Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) patut diacungi jempol. Suasana kantor desa tampak ramai namun tertib saat warga berbondong-bondong mengurus pajak mereka, Kamis (23/4/2026).
Untuk memanjakan warganya, Pemerintah Desa Curut menghadirkan inovasi layanan ODS 3G (One Day Service Gampang, Gelis, Gratis). Layanan ini memungkinkan warga melakukan perubahan SPPT PBB-P2 dengan proses yang cepat dan tanpa biaya, sehingga masyarakat tidak perlu menunggu lama.
Kepala Desa Curut menjelaskan bahwa pihak desa melakukan upaya “jemput bola” untuk memastikan capaian pajak maksimal.
“Untuk pelayanan itu intern dari desa sendiri, jadi petugas-petugas pemungut pajak itu memang dari perangkat dan juga membantu warga yang ada, membantu yang jauh-jauh itu disuruh narik, jemput bola. Kalau nanti tidak dijemput bola, ya mereka tidak akan membayar,” ujarnya.
Terkait warga yang mungkin menunggak karena sedang merantau, Kepala Desa memberikan solusi yang humanis.
“Untuk warga yang belum bisa membayar pada saat ini, nanti sampai jatuh tempo itu memang dia tidak ada di rumah, ya kita talangi dulu. Setelah nanti dia pulang ke desa baru kita tarik untuk menyelesaikan pembayaran pajak itu.”
Hingga saat ini, progres pembayaran pajak di Desa Curut telah mencapai angka yang menggembirakan.
“Untuk pelaksanaan pembayaran sampai hari ini sudah hampir mencapai 70% dari jam-jam ini nggih. Nanti pelaksanaannya pembayaran itu kan sehari penuh sampai sore,” tambahnya.
Antusiasme juga dirasakan oleh Bapak Wasito, salah satu warga setempat. Meski ada sedikit penyesuaian nilai pajak, ia mengaku tidak keberatan.
“Ada tapi nggak seberapa, hanya 2.000 atau 3.000 (rupiah). Habis 171 (ribu) pajak saya,” ungkap Wasito sembari menunjukkan bukti pajaknya.
Wasito juga memanfaatkan momen ini untuk melakukan perbaikan data nama pada dokumen pajaknya yang selama ini terdapat kekeliruan ketik.
“Namanya itu kan diganti, nama saya itu Wasito di situ tertulis Warsito, hanya itu saja,” pungkasnya sambil tersenyum.
Diharapkan dengan kemudahan layanan ODS 3G ini, seluruh warga Desa Curut semakin disiplin pajak demi kelancaran pembangunan di wilayah mereka sendiri. (Red)







Tinggalkan Balasan Batalkan balasan