JAKARTA, GEMADIKA.com — Banyak orang sudah familiar dengan serangan jantung, tapi tahukah kamu ada ancaman lain yang tak kalah mematikan dan seringkali datang tanpa peringatan? Namanya gangguan pada aorta, pembuluh darah terbesar di tubuh manusia yang bertugas mengalirkan darah kaya oksigen dari jantung ke seluruh penjuru tubuh.

Ketika aorta bermasalah, dampaknya bisa sangat serius. Aliran darah menuju organ-organ vital seperti otak, hati, dan ginjal bisa terganggu dan dalam kondisi terparah, bisa berujung pada kematian. Yang membuatnya lebih berbahaya, gangguan ini sering tidak menunjukkan gejala apa pun hingga kondisi sudah kritis.

Dr. dr. Yan Efrata Sembiring, Sp.B., SpBTKV(K)-VE dari Mayapada Hospital Surabaya menjelaskan hal ini dengan analogi yang mudah dipahami.

Aorta ibarat sebuah pipa utama distribusi air di rumah. Jika pipa utamanya bermasalah, seluruh sistem bisa ikut terganggu. Agar bisa berfungsi dengan baik, aorta harus kuat dan elastis untuk menahan tekanan setiap kali jantung berdetak,” ungkap dr. Yan.

Apa yang Membuat Aorta Melemah?

Ada banyak faktor yang bisa merusak kondisi aorta dari waktu ke waktu, mulai dari tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, pola makan tinggi kolesterol, diabetes, hingga faktor usia dan genetik.

Baca juga :  Jokowi Disebut Pulih 99 Persen, Siap Keliling Indonesia Mulai Juni 2026

Namun dari semua faktor tersebut, satu yang paling sering jadi biang kerok adalah hipertensi yang tidak terkontrol.

“Faktor penyebab yang paling sering ditemukan adalah tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak terkontrol. Kondisi ini dapat membuat dinding aorta melemah karena terus-menerus menerima tekanan yang tinggi,” terang dr. Yan.

Tiga Jenis Gangguan Aorta yang Perlu Diwaspadai

Ada tiga kondisi utama yang bisa terjadi ketika aorta mengalami gangguan:

1. Aneurisma Aorta Ini adalah kondisi di mana dinding aorta melemah dan menonjol keluar seperti balon. Jika tidak ditangani, aneurisma bisa pecah dan menyebabkan perdarahan hebat yang mengancam jiwa. Aneurisma bisa terjadi di area dada maupun perut, dan seringkali tidak terasa sama sekali.

Banyak pasien tidak merasakan keluhan apa pun dan baru datang ke IGD saat pembuluhnya sudah pecah,” ujar dr. Yan.

2. Diseksi Aorta Kondisi ini terjadi saat lapisan dalam dinding aorta robek, membuat darah masuk ke celah robekan dan memisahkan lapisan dinding pembuluh darah. Gejalanya bisa berupa nyeri dada atau punggung yang sangat hebat, seperti rasa disobek. Diseksi aorta adalah kegawatdaruratan medis yang membutuhkan penanganan segera.

3. Penyempitan Aorta (Aterosklerosis) Penumpukan plak lemak di dinding aorta membuat aliran darah menjadi tidak lancar. Kondisi ini meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, serangan jantung, hingga stroke. Pada beberapa kasus, kondisi ini bisa pula disebabkan oleh kelainan bawaan.

Baca juga :  Waspada! Ini Penyebab Asam Lambung Naik yang Sering Diabaikan Banyak Orang

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Jangan tunda pemeriksaan jika kamu atau orang di sekitarmu mengalami gejala berikut:

  • Nyeri dada atau punggung yang sangat hebat dan tiba-tiba
  • Nyeri perut berdenyut
  • Pusing atau pingsan
  • Sesak napas
  • Denyut nadi terasa berbeda antara tangan kanan dan kiri

Langkah Pencegahan yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

Kabar baiknya, gangguan aorta bisa dicegah dengan langkah-langkah sederhana yang konsisten: rutin mengontrol tekanan darah, berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, aktif berolahraga, mengonsumsi makanan rendah lemak, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Penanganan tepat pada gangguan aorta membutuhkan layanan jantung yang komprehensif. Mayapada Hospital Surabaya hadir dengan Heart and Vascular Center yang didukung tiga pilar utama: Emergency Excellence melalui Chest Pain Unit, Advanced Treatment untuk penanganan pembuluh darah dan kelainan jantung, serta Team-Based Management melalui Cardiac Board yang melibatkan berbagai spesialis untuk menentukan tindakan paling tepat bagi setiap pasien.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami